Duyung Langka Tersangkut Jaring Nelayan, Kepala BKSDA Kalbar Ungkap Kronologisnya

Duyung berjenis kelamin betina berusia sekira 2 tahun dengan panjang 146 Cm dan berat 50 kg itupun di tempatkan di keramba warga setempat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seekor Duyung atau Dugong ditemukan tersangkut dalam keadaan hidup di jaring nelayan di kawasan laut Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah terjaring dalam keadaan hidup, Duyung berjenis kelamin betina berusia sekira 2 tahun dengan panjang 146 Cm dan berat 50 kg itupun di tempatkan di keramba warga setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan tersebut pada tanggal 23 Mei 2020 dari Komunitas Selam Webe Anventure.

Setelah menerima laporan tersebut, pada 25 Mei, pihaknya menurunkan tim untuk ke lokasi.

“Kami ke sana dengan dokter dari Internasional Animal Rescue (IAR) dan dengan Webe juga ke sana melakukan pendekatan dengan masyarakat, agar masyarakat mau melepaskan,’’ ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Bupati Jarot Usul Siswa Kembali Belajar di Sekolah untuk Daerah Zona Hijau Pada Gubernur Kalbar

TERJARING - Seekor Duyung atau Dugong ditemukan tersangkut dalam keadaan hidup di jaring nelayan di kawasan laut Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
TERJARING - Seekor Duyung atau Dugong ditemukan tersangkut dalam keadaan hidup di jaring nelayan di kawasan laut Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Saat tim tiba di lokasi, kondisi Duyung yang sudah masuk dalam kategori Apendix 1 atau langka itu dalam kondisi baik-baik saja, walaupun terdapat luka akibar jaring dibagian tubuhnya.

“Secara umum masih layak untuk dilepas liarkan, dan menurut rekomendasi dokter hewan tersebut, Dugong ini harus segera dilepas liarkan,” terangnya.

Setelah dilakukan pengecekan kesehatan menyeluruh, Duyung itu pun di lepas liarkan pada 26 Mei 2020.

Sadtata mengungkapkan, tertangkapnya Duyung dalam keadaan hidup merupakan hal langka.

Pada tahun 2019, terdapat 6 Duyung tersangkut di jaring nelayan, dimana 4 di antaranya mati, dan 2 hidup dan sudah dilepaskan, sementara di 2020, ini merupakan kejadian pertama.

Di Kalbar, Konservasi Duyung berada di wilayah Cagar Alam Karimata, dan lokasi tertangkapnya Duyung tersebut jauh dari wilayah konservasi.

Hal ini menurutnya disebabkan jelajah Duyung yang cukup luas untuk mencari makan.

Update Terbaru Kamis 28 Mei 2020, ODP, PDP, OTG dan Positif Covid-19 di Kabupaten Sambas

TERJARING - Seekor Duyung atau Dugong ditemukan tersangkut dalam keadaan hidup di jaring nelayan di kawasan laut Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
TERJARING - Seekor Duyung atau Dugong ditemukan tersangkut dalam keadaan hidup di jaring nelayan di kawasan laut Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

“Kalau melihat situasi perairannya, banyak perairan di Kalbar yang memiliki padang Lamun (tumbuhan laut), tidak hanya di kawasan konservasi, di luar konservasi juga, dan konservasi Dugong di Kalbar itu ada di wilayah Cagar Alam Karimata,” jelasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved