Virus Corona Masuk Kalbar

Bupati Muda Nilai Kubu Raya Siap Jalankan Kenormalan Baru atau 'New Normal'

Muda mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan kondisi ekonomi mulai melemah.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kabupaten Kubu Raya siap menjalankan kenormalan baru sesuai dengan tatanan kehidupan baru yang dicanangkan oleh pemerintah pusat sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19 yang belum usai.

"Saya kira semuanya harus siap. Justru kalau tidak siap malah kita tidak belajar,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, pada Kamis (28/5/2020).

“Kita harus belajar beradaptasi. Inilah tantangan untuk semua hingga tingkat desa bagaimana kembali menghidupkan aktivitas ekonomi," tuturnya.

Muda mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan kondisi ekonomi mulai melemah.

Jika ini terus berlarut, maka berdampak luas terhadap psikologis sosial masyarakat.

"Maka kita harus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan dan jasa maupun sektor usaha lainnya," ucapnya.

BREAKING NEWS - BKSDA Kalbar dan Balai Gakkum OTT Perdagangan Kantong Semar Jaringan Antar Negara

Meski begitu, Muda menyatakan upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dilakukan secara bertahap, adanya pembatasan, dan mengedepankan protokol kesehatan.

"Artinya tidak serta merta atau euforia langsung dihidupkan secara terbuka melainkan secara bertahap,” tuturnya.

“Fase-fasenya disesuaikan di setiap daerah. Jika terjadi kenaikan maka ditutup kembali. Jadi bersifat fleksibel namun tetap dievaluasi," terangnya.

Untuk pemulihan ekonomi ini, pemerintah pusat telah membagi lima fase.

Fase I dimulai pada 1 Juni 2020. Fase II tanggal 8 Juni 2020. Fase III pada 15 Juni 2020. Fase IV mulai 6 Juli 2020, dan fase V tanggal 20 dan 27 Juli 2020.

Termasuk pula pelaksanaan program pemerintah baik infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan sebagainya, berjalan kembali.

SINOPSIS The Forbidden Kingdom, Malam Ini di Bioskop Trans TV, Kamis 28 Mei 2020 Pukul 21.30 WIB

Muda menyatakan pelaksanaan kenormalan baru tetap mengedepankan protokol kesehatan, dimana penggunaan masker tetap diwajibkan, mencuci tangan, mengatur jarak, tidak berjabat tangan, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. (*)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved