BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Gerah Beberapa Hari Terakhir

Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.............

portugalresident.com
Ilustrasi cuaca panas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG) menyampaikan penyebab cuaca panas yang membuat gerah beberapa hari terakhir.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan, suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.

Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.

Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut.

Niat dan Doa Buka Puasa Syawal Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemah

''Dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,'' ungkap Herizal dilansir laman resmi BMKG.

Menurutnya, laporan pencatatan meteorologis suhu maksimum udara (umumnya terjadi pada siang atau tengah hari) di Indonesia dalam 5 hari terakhir ini berada dalam kisaran 34 - 36°C.

Beberapa kali suhu udara >36°C tercatat terjadi di Sentani, Papua.

Di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno/Hatta 35°C, Kemayoran 35°C, Tanjung Priok 34,8°C, dan Ciputat 34,7°C.

Demikian juga wilayah lain di Jawa, siang hari di Tanjung Perak suhu udara terukur 35°C.

Wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan.

Halaman
12
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved