Ramadan di Buffalo, New York: Lockdown Covid-19 Kesempatan Kumpul Keluarga

Berpuasa di Amerika memiliki tantangan tersendiri, bagi mahasiswa. Hal ini karena selain Ramadan jatuh pada musim semi sehingga waktu lebih lama.

IST
Yuyun Sri Wahyuni bersama keluarganya di suatu kesempatan. 

CITIZEN REPORTER

Laporan: Yuyun Sri Wahyuni | Penerima Beasiswa Fulbright-Dikti S3 di Bidang Global Gender Studies

Nama saya Yuyun Sri Wahyuni. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan doktoral di bidang Global Gender Studies, State University of New York at Buffalo, Amerika Serikat dengan beasiswa Fulbright-Dikti PhD Program, beasiswa pendidikan tinggi kerjasama pemerintah AS-Indonesia. Saya berasal dari Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bulan Agustus 2020 nanti tepat satu tahun saya menjalani studi di Amerika. Bersama putri semata wayang saya yang berusia 5 tahun, saya tinggal di kompleks apartment dengan tetangga yang beragam latar belakang ras, seperti orang Amerika kulit putih, kulit hitam, keturunan Rusia, Asia, dan Timur Tengah.

Saat ini suami saya juga sedang menempuh studi doktoral di program Pendidikan Konselor di Ohio University di Negara Bagian Ohio, sehingga kami tidak tinggal serumah.

Namun, sejak liburan tengah semester Spring 2019 dan diberlakukannya lockdown di sebagian besar negara bagian AS karena pandemic COVID-19, kelas-kelas di berbagai universitas memberlakukan sistem online sehingga kami sekeluarga bisa bersama-sama tinggal di Buffalo, New York. Menjadi sebuah keberkahan bagi kami, karena kami bisa menjalankan puasa Ramadhan bersama-sama sekeluarga, namun, senantiasa kami juga sembari berdoa agar kita semua selamat dari wabah pandemi.

Berpuasa di Amerika memiliki tantangan tersendiri terutama bagi mahasiswa. Hal ini karena selain bulan Ramadan jatuh pada musim semi sehingga waktu berpuasa lebih lama, datangnya bulan puasa juga bersamaan dengan masa ujian akhir semester yang di dalamnya beban tugas kuliah yang tidak sedikit. Dalam kondisi ini, kami harus dapat menyeimbangkan antara beribadah di bulan suci dengan performa studi selama masa ujian.

Pada umumnya malam hari di musim panas di sini terasa sangat pendek, dan siang terasa sangat panjang. Kami memulai persiapan sahur pada jam 3 dini hari, waktu imsak pada jam 4, dan waktu buka puasa atau waktu maghrib jam 20.38.

Sejak merebaknya COVID-19, Islamic Society of North Amerika (ISNA) bersama lembaga otoritas di Amerika mengeluarkan fatwa bahwa untuk menjaga hak dan keselamatan jiwa lebih utama, sehingga semua jenis kegiatan berjamaah diberhentikan, termasuk Salat Isha dan Tarawih berjamaah di masjid. Menyesuaikan dengan hal ini, setelah berbuka puasa dan Salat Maghrib, kami melakukan Salat tarawih di rumah sekeluarga. Biasanya, kami selesai Salat pada pukul 23.00 sampai dengan 24.00.

Menu sahur dan berbuka puasa kami beragam, saat rindu tanah air kami memasak masakan-masakan istimewa seperti soto ayam, opor ayam, dan rawon kesukaan putri kami. Namun, saat di saat deadline tugas kuliah, kami memasak makanan yang relatif lebih simple seperti tempe dan tahu goreng, steak ikan, salad, lasagna dan jenis pasta lainnya.

Halaman
12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved