Breaking News:

Idul Fitri 2020

Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal

Puasa mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan ini dinamakan puasa qadha. Tentunya, penunaian puasa Qadha dianjurkan lebih cepat lebih bagus.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib dikerjakan oleh umat Islam, lantaran merupakan rukun islam ketiga.

Namun bagi umat Islam yang memenuhi unsur Syari', mereka boleh meninggalkan puasa sementara waktu.

Diantaranya jika seorang muslim tersebut seperti sakit, sedang melakukan perjalanan jauh ( musafir) atau sedang berhalangan bagi wanita ( haid/menstruasi).

Kendati tidak berpuasa saat bulan Ramadhan, seorang muslim harus tetap menggantinya di bulan lain melalui puasa.

Sesuai bilangan hari yang ditinggalkan saat puasa Ramadhan. 

Mana yang Lebih Utama Puasa Syawal atau Membayar Hutang Puasa Ramadan ? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Amalan Sunnah di Bulan Syawal : Mulai dari Puasa Syawal 6 Hari Hingga Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Puasa mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan ini dinamakan puasa qadha. Tentunya, penunaian puasa Qadha dianjurkan lebih cepat lebih bagus.

Sehingga setelah tuntas puasa Qadha, seorang muslim bisa langsung melanjutkan dengan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Perintah untuk melakukan qadha terhadap puasa terdapat dalam QS. Al-Baqarah(2) ayat 184, yaitu:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya :

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved