Film Dokumenter Sejarah Kesultanan Sambas Karya Anak Kalbar, Yuk Nonton

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa sejarah dan kebudayaan kita (Kalbar) adalah jati diri suatu daerah.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Film bergenre mini dokumenter karya anak Kalbar ini menjelaskan secara singkat tentang awal berdirinya Kesultanan Sambas, penyebaran pendidikan di Sambas, dan tradisi yang ada di Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Perfilman tanah air khususnya di Provinsi Kalbar tak ketinggalan melahirkan pemuda yang kreatif dan produktif dalam mengangkat kisah di suatu daerah. 

Sutradara asal Kalbar, Urai Akil Wasa yang mengatakan sebuah film bergenre mini dokumenter sejarah kesultanan Sambas telah diluncurkan. 

Film ini menjelaskan secara singkat tentang awal berdirinya Kesultanan Sambas, penyebaran pendidikan dan tradisi yang ada di Sambas.

Sebanyak 8 orang kru dan dibantu dengan kerjasama bersama komunitas film mahasiswa IAIN (Hamdi Media), Production House (PH), 99 creative Project berkolaborasi bersama dalam pembuatan sejarah dokumenter daerah Sambas. 

"Tentunya kami ingin mengangkat nilai-nilai sejarah dan unsur kebudayaan lokal.

Jaman sekarang budaya-budaya luar sudah terlalu mudah di terima dan masuk ke kita, tidak ada salahnya kita saling megingatkan dan belajar kembali tentang nilai-nilai sejarah dan kebudayaan lokal kita," katanya. 

Wali Kota Pontianak Beberkan Hasil Rapid Test 5002 Warga, Ratusan di Antaranya Reaktif

Film Scooby Doo Terbaru Siap Hibur Kamu yang Masih #Dirumah Saja, Simak Sinopsisnya

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa sejarah dan kebudayaan kita (Kalbar) adalah jati diri suatu daerah.

"Apalagi sekarang masyarakat sedang diimbau untuk selalu dirumah, Mungkin video ini bisa menjadi bahan belajar kita di rumah juga," tambahnya. 

Film yang berdurasi 8 menit tersebut juga dibimbing oleh seorang produser Izulkif dan sutrada Akil Wasa yang merupakan bagian dari Production House 99 Creative Project.

Ditambahkan olehnya, film ini ditujukan untuk seluruh kalangan masyarakat (Semua Umur).

Karena unsur sejarah, kebudayaan dan nasionalisme selalu diselipkan dalam setiap karya mereka, dan ketiga unsur (sejarah, kebudayaan & nasionalisme) itu merupakan fokus utama mereka dalam berkarya.

"Sasarannya adalah seluruh elemen masyarakat.

Mungkin kali ini adalah tentang kesultanan Sambas, bukan tidak mungkin suatu saat nanti kami juga bisa membuat film tentang sejarah dan kebudayaan daerah lainnya, khususnya yang ada di Kalimantan Barat," imbuhnya. 

Berangsur cukup lama, film sejarah kesultanan Sambas diselesaikan pada akhir di tahun 2019, dan rencananya akan di screeningkan (nonton bareng) di awal tahun 2020.

Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan (pandemi Covid-19), akhirnya mereka memutuskan untuk menayangkannya di youtube saja.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved