Breaking News:

Idul Fitri 2020

Sejarah Tradisi Ziarah Kubur Saat Idulfitri dan Manfaatnya, Jadi Pengingat Dunia Akhirat

Praktik mengunjungi pemakaman yang lazim dikenal ziarah kubur sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah warga melakukan ziarah kubur di Pemakaman Muslimin Danau Sentarum di Jalan Danau Sentarum, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (19/4/2020) sore. Ziarah kubur merupakan tradisi yang terus masyarakat lakukan mendekati bulan suci Ramadan. 

Tak hanya itu, kita juga dapat menyadari bahwa ternyata memiliki banyak sekali kerabat jauh yang tidak diduga sebelumnya.

Dengan adanya cara untuk melacak silsilah secara praktis dan luas seperti ini, apakah masih terdapat tempat untuk ritual tradisional seperti mengunjungi pemakaman?

Tentu saja! Kita hidup di tengah jutaan orang di suatu kota besar tempat kita beraktivitas sehari-hari.

Bertemu sepupu atau kerabat jauh yang sebelumnya belum pernah kita jumpai dapat membangun hubungan keterikatan yang belum pernah kita rasakan.

Begitu pula saat kita berada di pemakaman itu sendiri. Bagi beberapa orang, terdapat nuansa spesial dimana ia menyadari bahwa di hadapannya terdapat leluhurnya, yang juga pernah menjalani kehidupan layaknya dirinya sendiri.

Seseorang juga mungkin mulai menyadari bahwa ia adalah representasi dari garis keturunan yang sangat panjang, yang mungkin akan diteruskannya pada generasi mendatang.

Hal ini menimbulkan sensasi melankolis tersendiri, dan dapat menimbulkan katarsis yang kuat pada sebagian orang.

Sempat Dilarang

Sementara dikutip dari islam.nu.or.id, pada masa awal Islam, rasulullah SAW memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam.

Rasulullah SAW khawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan, umat Islam akan menjadi penyembah kuburan.

Seteleh akidah umat Islam kuat dan tidak ada kekhawatian untuk berbuat syirik, Rasulullah SAW membolehkan para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur.

Karena ziarah kubur dapat membantu umat Islam untuk mengingat saat kematiaanya.

Tips Silaturahmi Virtual 8 Orang Sekaligus dengan WhatsApp di Hari Raya Idulfitri 2020

Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.” (HR. At-Tirmidzi).

Dengan adanya hadits ini maka ziarah kubur itu hukumnya boleh bagi laki-laki dan perempuan.
Namun demikian bagaimana dengan hadits Nabi SAW yang secara tegas menyatakan larangan perempuan berziarah kubur?

Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW melaknat wanita yang berziarah kubur. (HR Ahmad bin Hanbal).

Menyikapi hadits ini ulama menyatakan bahwa larangan itu telah dicabut menjadi sebuah kebolehan berziarah baik laki-laki maupun perempuan.

Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi disebutkan sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa hadits itu diucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur.

Setelah Rasulullah SAW membolehkannya, laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu. (Sunan At-TIrmidzi, [976].

Ibnu Hajar Al-Haitami pernah ditanya tentang ziarah ke makam para wali.

Ia ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka.

Ia menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan.

Kumpulan Ucapan Selamat Idulfitri 2020, 1 Syawal 1441 H Dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab

Demikian pula dengan perjalanan ke makam mereka. (Al-Fatawi al-Kubra al-Fiqhiyah, juz II, hal 24).

Ketika berziarah seseorang dianjurkan untuk membaca Alquran atau lainya.

Ma’qil bin Yasar meriwayatkan Rasul SAW bersabda bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu. (HR Abu Daud).

Maka ziarah kubur itu memang dianjurkan dalam agama Islam bagi laki-laki dan perempuan.

Sebab didalamnya terkandung manfaat yang sangat besar.

Baik bagi orang yang telah meninggal dunia berupa hadiah pahala bacaan alquran, atau pun bagi orang yang berziarah itu sendiri.

Yakni mengingatkan manusia akan kematian yang pasti akan menjemputnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved