KHAZANAH ISLAM

Aturan Bayar Utang Puasa Bagi Wanita Haid, Orang Sakit | Lebih Dulu Bayar Qadha atau Puasa Syawal?

Di sisi lain, ada beberapa kalangan umat Islam yang memiliki utang puasa, seperti wanita haid ketika Ramadan, orang sakit, hingga musafir.

GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Ilustrasi Sholat | Aturan Bayar Utang Puasa Bagi Wanita Haid, Orang Sakit | Lebih Dulu Bayar Qadha atau Puasa Syawal? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bulan Suci baru saja selesai yang ditandai dengan datangnya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020.

Setelah hari raya Idul Fitri, umat Islam bisa kembali berpuasa, yakni puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.

Di sisi lain, ada beberapa kalangan umat Islam yang memiliki utang puasa, seperti wanita haid ketika Ramadan, orang sakit, hingga musafir.

Dengan syarat tertentu, umat Islam memang boleh tidak berpuasa Ramadan dan menggantinya di lain waktu.

Lebih dulu mana dengan puasa Syawal?

Dikutip dari buku Panduan Ramadhan terbitan Pustaka Muslim tahun 2014, qadha artinya mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.

Jika memiliki utang puasa Ramadan, maka bisa dibayarkan di luar bulan Ramadan.

KISAH Haru Anak Yatim Pertama Kali Beli Baju Lebaran di Mal, Karyawan Mal Sampai Menangis

Namun ada pendapat yang menyebut qadha Ramadan boleh ditunda.

Yakni boleh dibayarkan di luar bulan Syawal, sehingga bisa melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu.

Utang puasa Ramadan bisa dibayarkan bulan Dzulhijah hingga Syaban, asalkan sebelum masuk Ramadhan tahun depan.

Halaman
123
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved