TERNYATA Sarang Virus Corona Bukan di Wuhan China, Ahli Sebut Sarang Terbesar Dunia di Tempat Ini
Para peneliti mengatakan urbanisasi daerah yang dulu liar, berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis yang berpindah dari hewan....
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pandemi virus corona yang terjadi hampir di seluruh pelosok dunia belum juga berakhir dengan tuntas.
Kasusnya sendiri masih menunjukkan pelonjakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Para ahli menyebut, sarang virus corona terbesar di dunia justru diprediksi ada di lokasi yang tak terduga.
Seperti dilansir dari Tribunnews, sarang penyakit mematikan itu kelak bukan di Wuhan (China) atau di Amerika Serikat sebagaimana terjadi saat ini.
Seperti diketahui kasus covid-19 pertama kali terdeteksi tahun lalu di Wuhan, China.
Ahli menyebut bahwa ada tempat yang akan jadi sarang virus corona terbesar di dunia.
• Donald Trump Kecam China, Tuding Beijing Lakukan Pembunuhan Massal
Ahli justru mengungkap hutan Amazon di Brasil sebagai tempat yang berpotensi menjadi sarang virus corona.
Hal ini diungkapkan Ahli Ekologi Brasil, David Lapola, yang memperingatkan bahwa pandemi berikutnya bisa datang dari hutan hujan tropis Amazon.
David Lapola menyebutkan bahwa penyebabnya adalah terjadi deforestasi alias perusakan hutan Amazon, Brasil yang merajalela, yang telah menghancurkan habitat hewan.
Para peneliti mengatakan urbanisasi daerah yang dulu liar, berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis yang berpindah dari hewan ke manusia, termasuk virus corona.
Apalagi virus corona diyakini para ilmuwan berasal dari kelelawar sebelum ditularkan ke manusia di provinsi Hubei, yang mengalami urbanisasi.
Lapola, yang mempelajari bagaimana aktivitas manusia akan membentuk kembali ekosistem hutan tropis di masa depan, mengatakan bahwa proses yang sama juga berlaku di Amazon.
• BARU-baru Ini China Mendadak Kembali Lockdown Kota Ini, 100 Juta Penduduk Terancam akan Terkunci
• AMERIKA Serikat Pukul Mundur Kapal China, Kapal perusak AS Dikerahkan
"Amazon adalah tempat penyimpanan virus yang sangat besar," katanya kepada AFP dalam sebuah wawancara.
"Sebaiknya kita tidak main-main," tambah Lapola.
Hutan hujan terbesar di dunia itu menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.