Virus Corona Masuk Kalbar

Ikut Kebijakan Presiden dan Gubernur, Pemkot Singkawang Imbau Masyarakat Tidak Salat Id di Masjid

Ia menuturkan berdasarkan data dan fakta saat ini perkembangan pandemi Covid-19 masih meningkat dan sulit terkendali.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Konferensi Pers - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, ditemani Ketua MUI Kota Singkawang, Ketua Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Ketua DPRD Kota Singkawang, Kapolres Kota Singkawang, Dandim 1202/skw dan kepala dinas lainnya saat melakukan konferensi pers di Kantor Wali Kota Singkawang Jalan Firdaus, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Jumat (22/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie melakukan konferensi pers menyampaikan hasil rapat pelaksanaan ibadah salat id menyambut idulfitri 1441 H.

Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Singkawang menuturkan Pemerintah Kota Singkawang mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama, Pengurus MUI Pusat serta Gubernur Kalimantan Barat untuk tidak melaksanakan salat id di masjid maupun lapangan, serta menggantinya dengan salat id di rumah bersama keluarga.

Ia menuturkan berdasarkan data dan fakta saat ini perkembangan pandemi Covid-19 masih meningkat dan sulit terkendali.

Hal tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan pelaksanaan ibadah dan perayaan idulfitri 1441 H.

"Maka saya sebagai Wali Kota Singkawang mengimbau seluruh warga umat islam Kota Singkawang melalui pengurus masjid, ormas islam dan FKUB untuk senantiasa mematuhi dan taat dalam menjalankan arahan kebijakan pmerintah dan Fatwa MUI sebagaimana kesepatakan bersama yang telah ditanda tangani pada 13 April 2020," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat melakukan konferensi pers, Jumat (22/5/2020).

BREAKING NEWS - Pasien Wanita Status PDP Bunuh Diri di Ruang Isolasi RSUD Abdul Aziz Singkawang

Selain itu, ia juga meminta aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penananganan Covid-19 untuk bekerja optimal mengayomi dan mengendalikan situasi kondisi ketentraman serta ketertiban jelang idulfitri dan setelahnya.

Ia berharap kerukunan hidup antar sesama dan kesejukan toleransi tetap terjaga.

Ia berharap musibah Covid-19 saat ini dapat segera berlalu.

"Mari kita bergandeng tangan melawan pandemi Covid-19," ujarnya.

Dari informasi yang Tribun himpun, adapun kebijakan yang menjadi pertimbangan dalam rapat terkait idulfitri dimasa pandemi Covid-19 yaitu Surat Edaran Mentri Agama nomor SE.6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadan dan idulfitri 1 Syawal 1441 Hirjriah di tengah pandemi wabah Covid-19.

Fatwa MUI nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat idulfitri saat pandemi Covid-19.

Surat Gubernur Kalimantan Barat nomor 451/1213/kesra, tanggal 20 Mei 2020, perihal protokol kesehatan dalam rangka menyambut idulfitri 1441 Hijriah.

Surat imbauan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Singkawang nomor P-646/KK.14.04.3/BA.00/05/2020 tanggal 19 Mei 2020 perihal imbauan pelaksanaan takbir, salat idulfitri dan silaturahmi saat pandemi Covid-19. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved