Idul Fitri 2020

6 Sunnah Saat Idul Fitri, Makan Sebelum Sholat Ied Hingga Mengucapkan Selamat Lebaran

Makan sebelum berangkat menunaikan sholat Idul Fitri itu juga sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.

NET/ISTIMEWA
6 Sunnah Saat Idul Fitri, Makan Sebelum Sholat Ied Hingga Mengucapkan Selamat Lebaran / 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Momentum lebaran Idul Fitri adalah satu di antara momen istimewa bagi umat Muslim. 

Tak hanya bertabur kebahagiaan, ada banyak kebaikan dan pahala yang bisa diupayakan di hari besar umat Muslim ini. 

Satu di antaranya yakni dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun yang pernah dikerjakan oleh Nabi. 

Lantas, apa saja amalan sunnah saat hari raya Idul Fitri tersebut?. 

Niat Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri Latin dan Arab Beserta Artinya, Lengkap Tata Cara Sholat Ied

Sedikitnya ada 6 hal yang menjadi amalan sunnah alias sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.

Dirangkum dari laman Rumaysho, berikut di antaranya: 

Mandi Sebelum Berangkat Salat Idul Fitri

Mandi di hari raya Idul Fitri adalah hal yang disunnahkan. 

Berkenaan dengan dianjurkannya mandi sebelum melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri tertulis dalam beberapa riwayat. 

Satu di antaranya di hadist riwayar Al Baihaqi yang berbunyi "Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al-Baihaqi

Hati-hati Penyakit Mengintai Anda, Ini Aturan Makan Wajib Diikuti Saat Lebaran Idul Fitri

Ada pula riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagai berikut.

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ‘ied.

Memakai Pakaian Terbaik dan Berhias

Memakai pakain terbaik dan berhias di hari Raya Idul Fitri juga termasuk amalan yang disunnahkan alias dianjurkan.

Ada riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied. 

PANDUAN Terima Tamu Idul Fitri 2020 di Masa Wabah Corona, Tak Perlu Sungkan Lakukan Hal Ini

Tapi perlu diingatm bahwa aturan berpenampilan menawan di hari ‘ied dianjurkan utamanya bagi pria.

Adapun bagi wanita, dinilai akan lebih aman untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain yang bukan mahramnya. 

Makan Sebelum Salat Eid

Amalan ketiga yang dianjurkan yakni makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Ied. 

Hal ini didasarkan pada riwayat yang berbunyi: "Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352)

Untuk shalat Idul Fithri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut.

Makan sebelum berangkat menunaikan sholat Idul Fitri itu juga sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.

Ucapan Hari Raya Idul Fitri Sesuai Sunnah, dan Selamat Lebaran Cocok untuk Greeting Card Idul Fitri

Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum shalat Idul Fithri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa.

Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.

Mengumandangkan Takbir Sejak dari Rumah Saat Menuju Tempat Sholat Idul Fitri

Mengumandangkan takbir di hari raya Idul Fitri juga sangat dianjurkan. 

Terutama saat dalam perjalanan menuju tempat sholat Ied. 

Ketika puasa Ramadhan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT di Alquran, Surah Al Baqarah ayat 185. 

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Live Streaming TVRI Sidang Isbat Hari Ini Penentu Lebaran Idul Fitri 2020

Dalam suatu riwayat disebutkan pula,

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2.).

Lantas seperti apa lafasz takbirnya?

Yang cukup dianjurkan yakni yang diucapkan sebagaimana dikeluarkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Mas’ud bertakbir,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya

Saling Mengucapkan Selamat Idul Fitri

Sunnah berikutnya yang tak kalah penting yakni saling mengucapkan selamat di hari raya Idul Fitri

Adapun ucapan selamat Lebaran yang dianjurkan yakni kalimat "Taqabbalallahu minna wa minkum”

Artinya: "semoga Allah menerima amalan kami dan kalian"

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Hal ini didasrkan dari riwayat yang berbunyi: Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)". (Fath Al-Bari, 2: 446)

Namun ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syari’at kita. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. 

Doa Malam Akhir Ramadhan yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW dan Doa Sambut Idul Fitri

Seperti ungkapan 'Selamat Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah,". 

Atau ''Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan,"

Atau bisa juga "Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan. Selamat Idul Fithri," dan lain sebagainya 

Melewati Jalan Pergi dan Pulang yang Berbeda

Sunnah yang terakhir yakni melewati jalan yang berbeda saat pergi ke tempat sholat Idul Fitri, dan jalan pulang setelah sholat Ied. 

Ini didasarkan dari riwayat yang berbunyi: 

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Demikian beberapa amalan yang disunnahkan di hari raya idul Fitri. 

Selamat Idul Fitri.

Penulis: Ishak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838 

Penulis: Ishak
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved