29 Tahun Institut Dayakologi, Meraih Persaudaraan Kemanusiaan yang Sejati

Cikal bakal ID, bermula tahun 1986-1987, ketika didirikan kelompok studi yang beranggotakan sejumlah intelektual muda Dayak asal pedalaman.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
29 Tahun Institut Dayakologi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - “Peradaban besar tidak dibunuh. Mereka mencabut nyawanya sendiri,“ kata Direktur Eksekutif Institut Dayakologi (ID), Krissusandi Gunui mengawali tulisan yang diterima tribunpontianak.co.id, Jumat (22/5/2020).

Kalimat terebut ia kutip dari Arnold Joseph Toynbee.

Sejarawan Inggris yang terkenal melalui bukunya yang berjudul A Study of History.

Buku berisi tentang penyelidikan secara sejarah tentang asal usul, perkembangan, dan kehancuran peradaban besar.

Cikal bakal ID, bermula tahun 1986-1987, ketika didirikan kelompok studi yang beranggotakan sejumlah intelektual muda Dayak asal pedalaman yang berada di Pontianak.

Kelompok studi itu berperan sebagai Biro Penelitan dan Pengembangan di Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK) yang didirikan dan berkegiatan sejak 1981.

Tugas utamanya adalah melakukan kajian kritis terhadap situasi masyarakat adat Dayak yang sangat termarginalkan pada rezim orde baru kala itu.

Tugasnya memberikan masukan strategis dan taktis kepada yayasan mengenai solusi atas berbagai masalah yang dihadapi masyarakat adat Dayak.

21 Mei 2020, ID dan seluruh aktivis serta komunitas dampingannya bersyukur diusia 29 tahun.

Perjalanan hingga usia 29 tahun bukanlah sesuatu yang gampang. Banyak tantangan menghadang.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved