Hukum Ziarah Kubur, Doa Ziarah Kubur dan Tata Cara Ziarah Kubur

Selepas melaksanakan Ibadah Salat Ied, biasanya umat Islam akan melaksanakan Ziarah Kubur...

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berziarah ke makam saudara dan kerabat yang sudah meninggal dunia biasanya kerapa dilakukan saat hari raya Lebaran Idul Fitri.

Selepas melaksanakan Ibadah Salat Ied, biasanya umat Islam akan melaksanakan Ziarah Kubur ke makam sanak keluarga yang telah meninggal dunia.

Mengutip buku Ustadz Abdul Somad berjudul “ 30 Fatwa Seputar Ramadhan ”, Ziarah Kubur menurut hukum asalnya adalah sunnah karena mengingatkan manusia kepada akhirat.

Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata :

“Rasulullah SAW ziarah ke makam ibunya, beliau menangis, membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis.” 

Rasulullah SAW berkata : “Aku memohon izin kepada Tuhanku agar aku memohonkan ampun untuknya, Ia tidak memberikan izin untukku. Aku memohon izin agar aku ziarah ke makamnya, Ia memberi izin kepadaku. Maka ziarahlah kamu ke kubur, karena ziarah kubur itu mengingatkan kepada kematian”. 

Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih:

“Dulu aku melarang kamu ziarah kubur. Ziarahlah kamu ke kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu membuat zuhud di dunia dan mengingatkan kepada akhirat”.

Tidak ada waktu tertentu untuk melakukan ziarah kubur.

Meski sebagian ulama menyatakan pahalanya lebih besar jika dilakukan pada hari-hari tertentu.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved