Ramadhan 2020

Bagaimana Kriteria Orang yang Disebut Miskin Sebagai Penerima Zakat Fitrah? Ini Penjelasan Baznas

Zakat ini dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang harus dilakukan sebelum batas akhir atau sebelum waktu shalat Idul Fitri.

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi zakat - Bagaimana Kriteria Orang yang Disebut Miskin Sebagai Penerima Zakat Fitrah? Ini Penjelasan Baznas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -   Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Setiap umat Muslim yang mampu diwajibkan untuk membayar zakat fitrah di bulan Ramadhan.

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang idul fitri.

Pada prinsipnya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum sholat idul fitri dilangsungkan. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Zakat ini dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang harus dilakukan sebelum batas akhir atau sebelum waktu shalat Idul Fitri.

Besaran zakat yakni 2,5 kilogram beras atau makanan pokok lain.

Serah Terima Zakat Fitrah Terapkan Physical Distancing, Mustahik dan Muzaki Tanpa Berjabat Tangan

Jika ingin membayar zakat dengan uang tunai, maka besaran yang harus dibayarkan disesuaikan dengan harga 2,5 kilogram beras atau setara 3,5 liter beras di daerah masing-masing.

Di Jakarta contohnya, zakat Fitrah idealnya di kisaran Rp 40.000-50.000 ( berapa zakat fitrah 2020).

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas), Mohamad Arifin Purwakananta, menjelaskan kriteria salah satu penerima zakat atau mustahiq yakni mereka yang tergolong miskin.

Namun begitu, kriteria miskin untuk penerima zakat berbeda dengan defisini miskin versi pemerintah atau BPS.

"Penentuan mustahiq ini berbeda dengan pengertian miskin versi pemerintah atau BPS. Untuk zakat ada pedoman tersendiri, selama dia bukan muzakki (pembayar zakat), artinya dia mustahiq," jelas Arifin kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Di Indonesia, Baznas memiliki pertimbangan tersendiri. 

Penerima zakat idealnya adalah masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 6 juta.

"Yang dibantu adalah mereka yang di bawah nisab yaitu berpenghasilan sebesar di bawah Rp 6 juta (per bulan) menurut nisab emas. Tapi Baznas akan memabantu yang paling miskin dari kelompok ini" kata Arifin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved