Breaking News:

Wabah Virus Corona

Terbongkar, China Menutupi Fakta Covid-19 Sebenarnya, Sempat Tak Laporkan Detail Sejak Awal Wabah

Meski mengakui adanya upaya menutupi kondisi sebenarnya di masa awal wabah, Zhong menolak tuduhan statistik resmi China tidak dapat diandalkan.

Hector RETAMAL / AFP
Foto dari udara menunjukkan laboratorium BSL-4 di Institut Virologi Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei Tengah Cina pada 17 April 2020. Laboratorium epidemiologi P4 dibangun bekerja sama dengan perusahaan bio-industri Prancis Institut Merieux dan Akademi Ilmu Pengetahuan China . Fasilitas ini adalah di antara segelintir laboratorium di seluruh dunia yang dibuka untuk menangani patogen Kelas 4 (P4) - virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - China masih menghadapi tantangan besar terkait potensi gelombang kedua infeksi Covid-19.

Zhong Nanshan, penasihat medis senior pemerintah China dan pejuang dalam melawan Covid-19, mengakui Pemerintah Kota Wuhan--lokasi awal munculnya virus pada Desember 2019--sempat tidak melaporkan secara detil tentang wabah itu.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan lebih dari 82 ribu kasus Covid-19 dan 4.633 kematian.

Jumlah orang yang terinfeksi baru melonjak secara cepat pada akhir Januari 2020, sehingga dilakukan lockdown di Wuhan dan larangan perjalanan nasional.

 

Pada awal Februari, China melaporkan sebanyak 3.887 kasus baru per hari.

Sebulan kemudian, kasus harian turun menjadi dua digit.

KEBOHONGAN China Kembali Terbongkar, Ternyata China Hancurkan Sampel Virus Corona di Awal Wabah

Sedangkan di Amerika Serikat (AS) jumlah infeksi harian meroket, dari 47 kasus baru pada 6 Maret menjadi 22.562 pada akhir bulan.

Kehidupan di China perlahan-lahan kembali normal. Lockdown telah dicabut, beberapa sekolah dan pabrik telah dibuka kembali di seluruh negeri.

Namun Zhong mengatakan pemerintah China tidak boleh berpuas diri, karena masih ada bahaya gelombang ke dua yang besar.

Kelompok-kelompok baru kasus virus corona telah muncul di seluruh China dalam beberapa pekan terakhir, yaitu di Wuhan, serta Provinsi Heilongjiang dan Jilin.

"Mayoritas ... Orang China saat ini masih rentan terhadap infeksi Covid-19, karena kurangnya kekebalan," kata Zhong dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Sabtu (16/5/2020).

"Kami menghadapi tantangan besar, itu (China) tidak lebih baik daripada negara-negara asing. Mereka tidak suka mengatakan yang sebenarnya," tambah Zhong.

Zhong dikenal sebagai "pahlawan SARS" di China karena memerangi epidemi sindrom pernafasan akut yang parah pada 2003.

Kali ini, ia telah memimpin tim penanggulangan virus corona negara itu, terutama pada tahap kritis awal wabah.

Pada 20 Januari 2020, Zhong menyatakan virus corona dapat ditularkan dari orang ke orang, padahal sebelumnya otoritas kesehatan Wuhan selama berminggu-minggu bersikeras menyebut tak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved