Berikut Keutamaan I'tikaf pada 10 Hari Trerakhir Ramadan

Terlebih pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, i'tikaf mempunyai keutamaan yang sangat besar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Pimpinan Majelis Ahbabul Mustofa Kalimantan Barat sekaligus penasehat GP Ansor Kalimantan Barat, Habib Nizar Bin Qosim Bin Yahya saat ditemui wartawan Tribun di Pondok Pesantren Darunna'im Jalan Ampera, Pontianak, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam agama Islam berbagai ibadah sunnah yang dapat dilakukan oleh setiap umat Islam. Satu di antara sunnah tersebut adalah beri'tikaf di dalam masjid.

I'tikaf merupakan sunnah Rasul yang apabila dilakukan oleh umat Islam akan mendapatkan pahala sekali pun hanya berdiam diri di dalam masjid.

Karena pada dasarnya i'tikaf mempunyai arti berdiam diri di dalam masjid.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih di Malam Ramadhan

Habib Nizar Bin Qosim Bin Yahya menerangkan keutamaan i'tikaf di dalam masjid dapat dilakukan setiap saat bagi orang-orang yang dalam keadaan suci dari hadas kecil dan hadas besar.

"Adapun dalil I'tikaf dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 187 "Sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid," papar Habib Nizar.

Dilanjutkannya keutamaan pahala i'tilaf akan lebih besar apabila dilakukan pada bulan Ramadan.

"Terlebih pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, i'tikaf mempunyai keutamaan yang sangat besar, selain untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk meraih kesunnahan, I'tikaf juga dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar," jelasnya.

"Dan bahkan dalam hadits Nabi dijelaskan bahwa beri'tikaf di dalam masjid pada 10 terakhir bulan Ramadan bagaikan beri'tikaf dengan beliau," imbuh Habib Nizar.

Sekda Sekadau Pastikan Ibadah Ramadan Boleh Dilakukan di Rumah

Adapun hadits yang dimaksud tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban yang artinya: “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,”  (HR Ibnu Hibban).  

Adapun rukun I'tikaf ada empat, pertama niat, kedua berdiam diri dalam masjid sekurang-kurangnya kadar tuma'ninah dalam salat, ketiga i'tikaf harus di Masjid yang dipakai untuk salat jumat dan salat lima waktu, dan keempat adanya orang yang beri'tikaf.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved