Selama Ramadan, Pasokan Sembako di Kabupaten Sekadau Cukup

Meski sempat mengalami kenaikan, harga gula untuk saat ini sudah berangsur turun ke harga Rp. 16000 perkilogram.

TRIBUN PONTIANAK/Marpina Wulandari
Suasana pasar Sekadau, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sekadau melalui Kabid Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Sekadau Jihon menuturkan pasokan sembako di bulan Ramadhan masih cukup.

Hal itu disampaikannya saat mewakili Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan dalam rapat evaluasi penanggulangan wabah Covid-19 di Kabupaten Sekadau, yang berlangsung di ruang serbaguna Kantor Bupati Sekadau, Kalbar, Kamis (14/5/2020)

"Untuk ketersediaan stok sementara ini cukup. Tidak ada lonjakan harga, khususnya harga beras stabil, kecuali harga gula pada bulan Maret dan April mengalami kenaikan mencapai Rp. 20.000 perkilogram," jelasnya.

Meski sempat mengalami kenaikan, harga gula untuk saat ini sudah berangsur turun ke harga Rp 16.000 perkilogram.

Dinsos Sampaikan Data 27.160 KK Penerima BST di Kubu Raya dari Kementerian Sosial

Penurunan harga juga terjadi pada Kacang hijau, dari Rp.26.000 -Rp 25.000 perkilogram.

Serta Bawang putih dari Rp.40.000 - Rp 35.000 perkilogram.

Sementara yang mengalami kenaikan diantaranya, tepung terigu dari Rp. 9000 -Rp 11.000 perkilogram.

Ayam potong dari Rp 40.000 - Rp 44 000 perkilogram.

Kacang tanah dari Rp. 27.000 -Rp 30.000 perkilogram, dan Bawang Merah dari Rp 50.000-Rp 55.000 perkilogram.

"Setiap minggu kami akan melakukan pengecekan gudang secara berkala bersama Satgas pangan dan Intelkam Kepolisian Resort Sekadau," terangnya.

Disampaikan lebih lanjut terkait ketersediaan LPG, kurang lebih 7 kali dalam sehari pengangkutan LPG ke SPBE di Sanggau dilakukan oleh 3 agen di Kabupaten Sekadau.

Dengan total 560 buah gas elpiji per truck, yang diangkut ke Sanggau, maka total gas elpiji yang dianggkut setiap harinya kurang lebih 3920.

"Belum ada informasi dari Pertamina apakah tahun ini masih ada operasi penukaran tabung gas khususnya gas subsidi 3 kg, karena kalau kita mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, kita setiap melaksanakan hari raya besar keagamaan, minimal 5 kali kita melaksanakan penukaran tabung gas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," tambah Jihon.

Sedangkan untuk pelaksanaan pasar murah. Dikatakan untuk tahun 2020 tidak akan melaksanakan pasar murah.

Agar tidak menggangu atau melanggar Maklumat Kapolri, Protokol Kesehatan, dan edaran Bupati tentang Covid-19. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved