Ramadhan 2020

MUTIARA RAMADAN - Rektor IAIN Pontianak Dr H Syarif, M.Ag: Puasa dan Fitrah

Insan yang sering diartikan manusia itu sebenarnya bukan subyek melainkan nama sifat yang berasal dari kejadian tubuh jasadiyah.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr H Syarif, M.Ag. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr H Syarif, M.Ag pada tulisan kali ini menjelaskan tentang puasa dan fitrahnya.

Ia menjelaskan, fitrah diartikan dengan himlatun atau hamlatun yang artinya bawaan yang kemudian, dia mengartikannya sebagai “bawaan dasar”.

Ada dua bawaan dasar, yaitu ada bawaan dasar insan atau manusia disebut “fithrah insâniyah”, dan ada bawaan dasar ruh disebut “fithrah rûhiyah”.

Fitrah insâniyah merupakan bawaan dasar dengan ushul-asalnya adalah karena telah dijadikan tubuh jasadiyah kita.

Surah Al-Qadr Teks Arab, Latin & Artinya, Bisa Dibaca saat Sholat Wajib atau Sholat Sunah di Ramadan

Seperti dibahas pada tulisan tentang mengenal hawa-nafsu, bahwa sesungguhnya wujud fitrah insâniyah itu adalah Hawa-Nafsu-Dunia-Setan seperti yang telah diurai terdahulu.

Insan yang sering diartikan manusia itu sebenarnya bukan subyek melainkan nama sifat yang berasal dari kejadian tubuh jasadiyah.

Kita review sedikit bahasan terdahulu, bahwa sifat yang bernama insan itulah yang disebut Hawa-Nafsu-Dunia-Setan yang secara gelobal disebut setan itu.

Tiga belas penyakit hari atau maksiat batin yaitu sifat emosional, mudah marah, mudah tersinggung (13 ini diampu oleh nafs ammârah Qs. Yûsuf/12:53).

Lalu sifat ‘ajiib-‘ujub-‘ijbun—sifat yang mewujud pada diri yang takjub akan dirinya atau bangga diri, riyâ’-pamer-gemar pujian atas semua amaliahnya, takabbur-suka membesar-besar diri, iri-tidak enjoy akan kelebihan dan keberhasilan orang lain, dengki-mewujudnya sifat iri menjadi perbuatan yang buruk terhadap orang yang jadi sasaran ke-iri-annya.

Hasut-menghasut-mengajak atau mempengaruhi orang lain supaya senada dengannya tentang ke-iri-annya, fitnah-menfitnah-sifat yang mewujud pada prilaku yang menimbulkan ujian kepada orang lain karena atau akibat sesuatu yang dikatakan bukan sebenarnya dinisbatkan kepada orang tersebut.

Sifat tamak-loba-sifat yang mewujud pada prilaku yang melampaui batas saat hendak memenuhi keinginannya dengan mengabaikan norma kelayakan dari kebaikan, sifat sombong, angkuh, keras kepala-mau menang sendiri-sesumbar-jumawah dalam tampilan prilakunya (10 sifat ini diampu oleh nafs lawwâmah Qs. Lawwâmah/75:2).

13 maksiat batin inilah sebagai bawaan dasar insan berbasis ushul kejadian tubuh yang dari setetes sperma yang mengandung empat anasir atau empat rahasia dari angin-air-tanah-api.

13 bawaan dasar ini bukan bawaan kita karena kita bukan insan, kita bukan setan, kita adalah ruh.

Tetapi 13 penyakit hati ini yang lebih sering kita pakai. Nah, saat kita memakai 13 penyakit hati iniliah kita memakai setan namanya.

Sedangkan setan itu adalah bukan subyek alias pasif. Setan adalah nama sifat dan nama bisikan iblis. Pat gulipat kakinya empat meja apakah itu?

Semoga kita mendapat kefahamam tentang wujud iblis yang sebenarnya.

Adapun fithrah ruhiyah atau bawaan dasar ruh dari sisi Tuhannya, Allah Swt. Ruh adalah diri kita. Ruh adalah sunyek yang sedang mengendarain tubuh.

Bawaan dasar ini disebut anugerah atau ni’mat atau rasa. Nikmat atau rasa ini yang suci, yang baik, yang jujur.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved