Ketua Komisi V DPRD Kalbar Dorong Untan Pontianak Beri Keringanan Iuran Kuliah Mahasiswa

Dengan adanya pandemi Covid-19 banyak berdampak pada pendampatan dari penghasilan seperti biasaya yang mungkin saja berkurang.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Edy R Yacoub
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dr. Edy R Yacoub, M.Si. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dr Edy R Yacob menanggapi terkait aspirasi mahasiswa di Kalbar yang meminta keringanan pembayaran uang kuliah semester ditengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan prinsip meringankan beban mahasiswa baik dari segi proses pembelajaran dan pembiayaan ditengah pandemi Covid-19 adalah hal yang sangat bagus .

“Apalagi sekarang mahasiswa yang ada di Kalbar banyak datang dari latar belakang yang berbeda dan tentu ditengah pandemi Covid-19 para orangtua dari mereka mempunyai penghasilan yang beragam pula,” ujarnya, Rabu (13/5/2020).

Dengan adanya pandemi Covid-19 banyak berdampak pada pendampatan dari penghasilan seperti biasaya yang mungkin saja berkurang.

KATALOG PROMO ALFAMART 13-17 Mei 2020 dan INDOMARET 13-19 Mei 2020, Diskon hingga Beli 2 Gratis 1 

“Masalah ini tentu mempengaruhi penghasilan orang tua oleh sebab itu wajar apabila para mahasiswa mendapatkan keringanan artinya biaya operasional yang dilakukan dalam proses pembelajaran besar juga.

Tapi kalau tidak ada pembiayaan boleh di konvensasikan untuk diberikan keringanan seperti tingkatan tertentu di sekolah- sekolah swasta yang sudah memberikan keringan pada murid -muridnya,”jelasnya.

Ia pikir untuk Perguruan tinggi kalau ada keringan yang diberikan kepada mahasiswa tentu menjadi hal yang sangat bijaksana yang diambil oleh pimpinan perguruan tinggi.

“Hal ini tentu mempengaruhi berbagai aktivitas baik proses pembelajaran maupun kegiatan lainnya.

Kalau kondisinya pada perguruan tinggi negeri dalam memberikan keringan mungkin tidak terlalu masalah,” ujarnya.

Namun sedikit berbeda dengan Perguruan Tinggi Swasta yang tentu menjadi sumber pembiayaan semata-mata adalah dari mahasiswa , tapi untuk PTN selain dari mahasiswa juga mendapatkan dana dari pemerintah .

“Jadi kalau pihak PTN memberikan keringan itu tidak terlalu sulit, tapi pihak swasta tentu ada pengaruhnya.

Apalagi PTS yang jumlah mahasiswa tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

--

Penulis: Anggita Putri
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved