Apakah Sah Dua Mempelai Dinikahkan Pemuka Agama, Bukan KUA? Berikut Ulasan Ustaz Saifudin Zuhri

Menanggapi hal tersebut apabila ditemukan masalah seperti itu maka yang harus dilakukan adalah untuk bertanya kepada pihak KUA letak kekurangannya.

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Ketua Komisi Fatwa MUI Kalbar, Ustaz H. Saifudin Zuhri, S.Pd,I., M.Pd.I. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Assalamu'alaikum...

Mohon Penjelasannya Ustadz atas permasalahan berikut ini:

Dimusim wabah corona ini, seorang duda ingin menikah dengan seorang janda muallaf yang sudah tidak ada wali nasabnya.

Janda dan duda ini sebenarnya ingin menikah di KUA, tetapi KUA tidak mau menikahkankannya, karena dokumen si duda tidak lengkap.

Kemudian janda tersebut memohon bantuan kepada seorang pemuka aga untuk menjadi walinya sekaligus menikahkan si janda dengan si duda dirumahnya.

BATAL Menikah, Hubungan Richard Kyle & Jessica Iskandar Diterpa Kabar Miring

Walaupun pernikahannya itu tidak dihadiri oleh pihak KUA karena tidak menjadi wali hakim.

Kemudian pertanyaannya adalah

1. Apakah pemuka agama tadi boleh menjadi wali nikah dari si janda dan sekaligus menikahkannya dengan si duda?

2. Bilamana dinikahkan, apakah pernikahan tersebut sah menurut agama, sebagaimana rukun nikah sudah terpenuhi, seperti adanya pengantin laki-laki dan perempuan, adanya dua orang laki-laki sebagai saksi, adanya 10 tamu menyaksikan pernikahannya, ada wali nikah yaitu pemuka agama yang diminta menjadi wali oleh si janda, dan juga ada mahar dan ijab qabul.

Namun permasalahannya hanya tidak dinikahkan oleh wali hakim dari KUA?

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved