Breaking News:

Harisson: Bisnis Rumah Sakit atau Klinik Lesu Bukan Hanya Disebabkan Adanya Pandemi Covid-19

Masyarakat tentu lebih memilih rumah sakit dengan pelayanan yang dianggap paling nyaman di antara yang lain

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kadis Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyebutkan bahwa bisnis Rumah Sakit atau klinik yang terlihat lesu penyebabnya bukan hanya karena adanya Pandemi Covid-19 tetapi sudah terjadi lama.

Ia menyampaikan yakni beberapa penyebabnya dikarenakan makin banyak berdirinya rumah sakit atau klinik sehingga terjadi persaingan ketat.

"Masyarakat tentu lebih memilih rumah sakit dengan pelayanan yang dianggap paling nyaman di antara yang lain. Lalu untuk rumah sakit yang tidak mampu memberikan pelayanan terbaik akan ditinggalkan," ujar Harisson, Rabu (13/5/2020).

Ia menambahkan bahwa sebagian karena masyarakat lebih memilih layanan gratis dari pada harus membayar mahal. Hal ini bisa diwujudkan dengan menjadi peserta BPJS.

"Jadi bagi rumah sakit atau klinik yang tidak bekerja sama dengan BPJS pelan-pelan akan terus berkurang pasiennya, dan akhir nya akan mengganggu cashflow keuangan rumah sakit. Pada akhirnya rumah sakit akan tutup karena pemasukan tidak mencukupi biaya operasional mereka," jelasnya.

Selanjutnya , ia menyampaikan walaupun BPJS terkadang agak terlambat dalam membayar klaim rumah sakit namun ada kepastian untuk dibayar. Sehingga rumah sakit atau klinik yang bekerjasama dengan BPJS akan lebih mampu bertahan.

"Memang tidak menutup kemungkinan pada saat pandemi covid ini kunjungan semakin berkurang, karena masyarakat menjadi lebih menahan diri berkunjung ke rumah sakit karena kekhawatiran akan tertular virus COVID-19. Masyarakat lebih memanfaatkan layanan konsultasi melalui HP apabila mereka sakit ," jelas Harisson.

Tjhai Chui Mie Salurkan 1272 Pakaian Hazmat dari Donatur ke Rumah Sakit dan Puskesmas

Ia menyarankan agar rumah sakit swasta dapat menjalin kerja sama dengan BPJS, supaya dapat bertahan dan berkembang.

Memang BPJS dalam menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit memberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam rangka untuk memenuhi mutu pelayanan dan keselamatan pasien-pasien BPJS.

"Persyaratannya diantaranya adalah tenaga medis yang tidak 'freelance', persyaratan fasilitas pelayanan kesehatan itu sendiri dan persyaratan sertifikat akreditasi yang harus dimiliki oleh rumah sakit tersebut," pungkas Harisson.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved