Kelesuan Ekonomi dan Intervensi Pasar

Terhentinya mobilitas orang paska penutupan pelabuhan dan bandara menyebabkan banyak industri yang terpukul.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dr. Wendy, M.Sc. Dosen FEB Universitas Tanjungpura, Pontianak. 

citizen reporter

Dr. Wendy, M.Sc.

Dosen FEB Universitas Tanjungpura, Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ekonomi dan keuangan dunia sedang memasuki zona merah, termasuk Indonesia.

Sebagai negara berkembang yang roda perekonomiannya banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, jelas pelemahan ekonomi global akibat pandemi corona menjadi kian terasa.

Hal ini diperparah dengan meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di seantero nusantara.

Pukulan berat ini kian menyiksa paska mulai diterapkannya PSBB di banyak kota.

Tentu ini bukan perkara mudah, mengingat pembatasan aktivitas ekonomi akan mematikan banyak aspek, mulai dari pendapatan, investasi, konsumsi, produksi, hingga kegiatan perdagangan luar negeri (ekspor-impor).

Viral Film Miracle in Cell No 7 Korea Di-remake Hanung Bramantyo Jadi Miracle in Cell No 7 Indonesia

Terhentinya mobilitas orang paska penutupan pelabuhan dan bandara menyebabkan banyak industri yang terpukul.

Sebut saja industri perhotelan, pariwisata, transportasi, hingga rumah makan dan warung kopi yang biasa penuh sesak, kini mendadak sepi. Kondisi ini berkonsekuensi pada pemutusan hubungan kerja.

Halaman
1234
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved