SERU, Terjadi Persaingan Antarbank Dalam Kenaikan Bunga Deposito di Tengah Wabah Covid-19

Namun, perlambatan ekonomi yang terdampak virus corona (Covid-19) ini di sisi lain juga membuat likuiditas perbankan menjadi semakin seret

Thinkstockphotos.com
Ilustrasi bank 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Persaingan seru tampaknya terjadi antarbank dalam menaikkan bunga depositonya.

Sepanjang Tahun 2020, Bank Indonesia (BI) memang telah tercatat menurunkan suku bunga BI 7 day reverse repo rate (7DRR) 50 basis poin (bps) dari 5% menjadi 4,5%.

Namun, perlambatan ekonomi yang terdampak virus corona (Covid-19) ini di sisi lain juga membuat likuiditas perbankan menjadi semakin seret.

Dengan demikian, tingkat bunga deposito special rate menurut beberapa bankir yang yang dilansir Kontan.co.id, Senin (11/5/2020) sedang mengalami kenaikan.

Hal ini praktis membuat persaingan perebutan dana perbankan menjadi sengit, sekaligus berpotensi menambah beban bunga perbankan terutama pada kelompok bank kecil.

3 BANK Raksasa Tanah Air akan Jadi Penyangga Likuiditas di Tengah Pandemi Wabah Covid-19

Direktur Keuangan PT Bank Sahabat Sampoerna (BSS), Henky Suryaputra menjelaskan saat ini bunga deposito perseroan ada di kisaran 6%-6,5%.

Namun, menurutnya ada beberapa bank di lapangan yang saat ini menawarkan bunga sebesar 7,5% bahkan hingga 10% untuk deposito untuk satu bulan.

"Sejauh ini likuiditas memang tidak ada isu, tapi harus waspada karena bank-bank lain sudah menaikkan bunga (deposito)," tuturnya kepada Kontan.co.id, pada Minggu (10/5/2020).

Meski begitu, pihaknya belum punya rencana untuk menaikkan bunga dan memilih untuk memonitor situasi lebih dulu.

Sebab, sejauh ini menurut pemantauannya likuiditas BSS masih terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi.

Halaman
1234
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved