Breaking News:

Mengenal Sosok Henny Damaryanti, Dekan Fakultas Hukum UPB Pontianak

Dosen yang berkonsentrasi pada hukum pidana ini merupakan wanita kelahiran Yogjakarta pada 05 Mei 1957 ini merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/ Henny Damaryanti
Dekan Dekan Fakultas Hukum UPB Henny Damaryanti 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Henny Damayanti merupakan Dekan Fakultas Hukum di Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak yang baru saja dilantik pada awal 2020 ini dan menjabat hingga 2024 mendatang.

Dosen yang berkonsentrasi pada hukum pidana ini merupakan wanita kelahiran Yogjakarta pada 05 Mei 1957 ini merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara.

Henny memulai pendidikan dasarnya di SDN JetisHardjo Yogyakarta kemudian melanjutkan pendidikannya di SMPN 6 Yogyakarta serta menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN 2 Yogyakarta.

Awal hijrahnya ke Kalbar dimulai saat ia menempuh pendidikan perguruan tingginya di Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) dan meraih gelar Sarjana (S1) kemudian melanjutkan pendidikannya Magister (S2) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Henny mulai menjadi dosen di Fakultas Hukum UPB sejak tahun 1987 hingga saat ini, ia sendiri mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengajar di perguruan tinggi lain karena kecintaan terhadap UPB.

Pemkab Ketapang Belum Tetapkan Pembatasan Wilayah dan Jam Malam

Wanita penyuka warna hitam yang hobi berolahraga ini mengaku bahwa selama mengajar ia tidak merasakan duka, hanya ada suka dan berbagai hal unik yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dirinya sendiri.

Beberapa diantaranya saat ia membuka kelas malam di SMTI jalan Sulawesi yang masih ia buka hingga saat ini mengingat banyak mahasiswa yang berkuliah biasanya merupakan mereka yang sudah bekerja meski sekretariat tetaplah di jalan Kom Yos Sudarso, dimana mahasiswa terkadang membawa lilin saat ujian sebagai persiapan jika sewaktu-waktu listrik padam ditengah ujian berlangsung.

Tidak hanya itu, penyuka lumpia ini sering dikira masih lajang oleh mahasiswanya padahal ia sudah menikah bahkan sudah memiliki anak dan hal ini termasuk pengalaman unik yang dirasakan sebagai pengajar di UPB.

Hal yang membuat Henny begitu menyukai pekerjaan sebagai dosen karena ia bisa memberikan ilmu serta pengalaman yang dimilikinya dilapangan baik saat jam pelajaran ataupun saat jam istirahat bekerja sambil bertukar informasi baru dengan mahasiswanya.

Selain menjadi pengajar, beberapa jabatan penting pernah dipercayakan kepadanya hingga ia diangkat menjadi seorang Dekan yaitu Pembantu Dekan 2 di Fakultas Hukum UPB selama 2 periode, kemudian menjadi Pembantu Dekan 3 selama 2 tahun, lalu dipercaya menjadi Pembantu Dekan 1 yang merangkap ketua Program Studi (Prodi) selama 2 Periode.

Selain itu Henny juga aktif dibeberapa organisasi yang berkaitan dengan bidang hukum yang ia kuasai seperti Organisasi Ilmiah yaitu Masyarakat Hukum Pidana & Kriminologi ( MAHUPKI) sejak 1993, Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia , Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia ,serta beberapa organisasi lainnya.

Henny menyatakan bahwa mahasiswa FH yang berasal dari berbagai kalangan membuatnya tidak menyalurkan ilmu, tetapi juga mendapatkan ilmu baru bahkan Fakultas Hukum melakukan MoU dengan Polda Kalbar. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

--

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved