KESADISAN Kim Jong Un, Telanjangi Pamannya & Dikunci di Kandang dengan 120 Anjing Kelaparan
Pemimpin negara Korea Utara itu sekarang dikatakan telah mengeluarkan pernyataan yang membuktikan bahwa dia masih hidup dan sehat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Belakangan ini, beredar rumor dan spekulasi liar terkait Kim Jong Un, di mana dia dikabarkan telah meninggal dunia setelah operasi jantung.
Pemimpin negara Korea Utara itu sekarang dikatakan telah mengeluarkan pernyataan yang membuktikan bahwa dia masih hidup dan sehat.
Namun baru-baru ini KCNA, kantor berita Korea Utara, melaporkan pada Sabtu (2/5/2020) bahwa Kim Jong Un menghadiri peresmian pabrik pupuk di wilayah Utara Pyongyang.
Itu adalah laporan pertama kegiatan publik Kim sejak 11 April lalu "menghilang".
Seperti yang kita tahu, setiap klaim tentang Kim atau kegiatan negara hampir tidak mungkin untuk diverifikasi mengingat kerahasiaan dan isolasi Pyongyang dari seluruh dunia.
Namun, sejak Kim mengambil kendali setelah kematian ayahnya pada 2011, laporan yang mengganggu telah bocor keluar dari Korea Utara tentang rezim brutalnya.
• HIDUP Aneh Kim Jong Un Terbongkar, Dari Kesukaannya Hingga Miliki Sahabat yang Sangat Terkenal
• SEJARAH Keluarga Kim Jong Un, Terbongkar Riwayat Penyakit Satu Turunan
Jutaan orang dikabarkan hidup dalam kemiskinan, sementara pemimpin dan keluarganya malah tinggal dalam kemewahan.
Kim menjaga kekuasaannya mutlak dengan ketakutan.
Dia dikatakan telah melakukan eksekusi brutal dan pembunuhan terhadap siapa saja yang menentangnya, termasuk anggota keluarganya sendiri.
Akan tetapi pada tahun 2013, ia dieksekusi sebagai "pengkhianat".
Dikatakan dia telah mencoba merebut kekuasaan dari keponakannya.
Jang tampaknya telah mencapai puncak kariernya pada Januari 2013, tetapi pada bulan yang sama, dia dikeluarkan dari pertemuan tingkat tinggi.
Ketika orang lain terpilih di tempatnya untuk menghadiri pertemuan khusus di China, sepertinya tidak ada jalan kembali bagi pria yang telah menjadi salah satu penasihat Kim yang paling tepercaya.
Akhirnya, kematian Jang pun tidak terelakkan.
Pertama, para pembantu seniornya dieksekusi, kemudian pada tanggal 8 Desember, Jang sendiri dikeluarkan dari Partai Buruh Korea Utara.