Breaking News:

Jabat Pembantu Rektor 1 UPB, Agussalim Beberkan Suka dan Duka Menjadi Dosen

Ketika ditanya dukanya ketika berkerja sebagai Dosen ia mengatakan adalah ketika menghadapi karakter mahasiswa yang berbeda-beda.

Penulis: - | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pembantu Rektor 1 UPB, Agusalim Masulili. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Setiap Rektor pasti memiliki wakil atau pembantu yang bertugas menangani berbagai bidang di sebuah Universitas atau perguruan tinggi, seperti Agusalim yang dipercaya menjadi Pembantu Rektor 1 di Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.

Dosen Fakultas Pertanian ini dipercaya menjadi Pembantu Rektor 1 di Lingkungan UPB dengan masa jabatan 2018-2022 bernama lengkap Agusalim Masulili.

Dosen kelahiran Tongkonunuk, Sulawesi Tengah pada 25 Agustus 1969 ini merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang mengidolakan BJ.Habibie.

Agusalim menempuh pendidikan dasarnya dari SD Negeri Tongkonunuk, kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 1 Pagimana dan menyelesaikan pendidikannya di SMA N 1 Luwuk.

Tanpa Seleksi Masuk, UPB Pontianak Wajibkan Calon Mahasiswa Baru Lampirkan Raport dan Ijazah

Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke perguruan Tinggi di Universitas Tadulako (Untad) Palu dan meraih gelar Sarjana (S1), kemudian mendapatkan gelar Magister (S2) dan Doktor (S3) di Universitas Brawijaya Malang.

Beberapa jabatan penting sudah pernah dipercayakan kepada Agusalim sebelum menjabat sebagai PR 1 d UPB Pontianak yaitu Ketua Prodi Agroteknologi, PD 1 Fakultas Pertanian, Anggota Kelompok Kerja Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Wakil Ketua Asosiasi Biochar Indonesia pada 2016-2018, anggota HITI Komda Kalbar, serta Anggota PERHEPI Komda Kalbar.

Titik awal Agusalim menjadi dosen UPB adalah saat menempuh pendidikan S1 di Jurusan Budidaya Tanaman FP Untad Palu ia mendapat Beasiswa TID (tunjangan ikatan dinas) dari Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 1989 sampai1992 di tahun ke-2 (semester 4) masa kuliahnya.

Satu diantara ketentuan dari beasiswa tersebut ialah setiap penerima TID harus bersedia ditempatkan sebagai dosen di seluruh PT di Indonesia.

Kemudian ketika lulus kuliah pada 1993, Agusalim mendapat SK penempatan sebagai Dosen di Kopertis Wilayah Xl dengan status PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang diperbantukan pada UPB Fakultas Pertanian hingga saat ini.

Berbagai hal dirasakan Agusalim selama 27 mengajar tentu ada suka dan dukanya yang tidak bisa dihindari mengingat mengajar bukan sekedar membagi ilmu.

10 Orang Hasil Rapid Test Reaktif, Polsek Kembayan Gencar Penyemprotan Disinfektan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved