Human Interest Story

Sebelum Tutup Layanan Klinik IBI, Bidan Kenakan Jas Hujan Bantu Pasien Persalinan

Resiko keselamatan para Bidan faktor utamanya, karena tidak didukung Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap saat membantu proses persalinan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - “Klinik IBI tutup. Tidak melayani pelayanan apapun” pengumuman itu lah yang terpampang di depan Klinik Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sintang yang berada di Jalan Teluk Menyurai, Kecamatan Sintang.

Sejak 28 April lalu, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sintang, Yuli Sri Ayu dengan berat hati terpaksa menutup total seluruh layanan klinik.

Resiko keselamatan para Bidan faktor utamanya, karena tidak didukung Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap saat membantu proses persalinan.

Pandemi corona membuat para Bidan was-was, khawatir terpapar dari orang yang belum diketahui statusnya.

Perayaan Hari Bidan Tahun Ini Sangat Berbeda, Nur Baiti Beberkan Hal Ini

Apalagi, saat ini di Kabupaten Sintang banyak masyarakat yang dikelompokan OTG yang sangat berpotensi membawa virus meskipun tidak memiliki gejala.

“Sebenarnya Bidan yang tutup juga merasa bersalah, punya tanggungjawab moril dengan pasien yang sudah mereka dampingi selama proses kehamilan. Tapi karena kondisi seperti ini, tidak memungkinkan membuka layanan," ungkap Yuli. 

Selain Klinik IBI, sedikitnya 10 Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sintang memutuskan tutup layanan.

Sebelum diputuskan tutup pelayanan, Klinik IBI Sintang masih melayani pasien persalinan.

Untuk antisipasi, para bidan mengenakan APD dari jas hujan.

Hal ini tidak berlangsung lama, sebab kasus reaktif rapid test di Kabupaten Sintang semakin meningkat.

Halaman
12
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved