KARTU Prakerja Insentifnya Belum Juga Cair, Peserta Lolos Mengeluh | Ini Jawaban Pemerintah

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari sempat menyatakan, insentif akan diterima peserta paling lambat Jumat (1/5

KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/www.prakerja.go.id
KARTU Prakerja Insentifnya Belum Juga Cair, Dikeluhkan Peserta Lolos Hingga Respon Pemerintah / ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejumlah keluhan terkait program Kartu Prakerja terus menyeruak ke permukaan. 

Baru-baru ini, keluhan tersebut berupa belum cairnya dana insentif bagi peserta lolos program ketenagakerjaan yang digulirkan Pemerintah Indonesia di tengah masa pandemi virus Corona Covid-19 ini. 

Terkait hal itu, Manajemen pelaksana Program Kartu Prakerja mengakui adanya hambatan dalam proses insentif untuk para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja Panji Winanteya Ruky pun mengatakan, berbagai hambatan tersebut telah berhasil diidentifikasi. 

Pendaftaran Kartu Prakerja Tahap I Sudah Tutup

Sayangnya, dia enggan memberikan penjelasan yang lebih detil mengenai masalah yang menyebabkan banyak peserta gelombang pertama Program Kartu Prakerja hingga saat ini masih belum menerima insentif yang dijanjikan.

"Hambatan-hambatan tersebut sudah kami identifikasi. Sejak penutupan gelombang hari Kamis, kami fokus menyelelsaikan seluruh proses tersebut. Untuk informasi detil, saat ini belum bisa kami sampaikan," ujar dia ketika dihubungi Senin (4/5/2020).

Untuk diketahui, peserta penerima pelatihan Kartu Prakerja mendapatkan dana bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.

UPDATE Prakerja 1 Mei 2020 - DAFTAR Masuk www.prakerja.go.id untuk Dapatkan Bantuan Rp 3,5 Juta

Rinciannya, Rp 1 juta digunakan untuk pelatihan dan tidak bisa dicairkan, kemudian insentif senilai Rp 2,55 juta.

Insentif yang sebesar Rp 2,55 juta tersebut terdiri atas insentif paska pelatihan sebesar Rp 600.000 yang akan dikirim setiap bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 per survei untuk tiga kali survei, sehingga total Rp 150.000 per peserta.

Dana ini akan ditransfer ke rekening virtual BNI atau OVO, LinkAja, dan GoPay milik peserta.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved