Ini Harapan IBI Kalimantan Barat di Hari Bidan Internasional

Sedangkan untuk pengunjung sendiri ditengah adanya wabah Covid-19 dirasanya sangat kurang

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Barat periode 2018- 2023, Urai Rosdiana 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional atau Internasional Day of Midwife (IDM).

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Barat periode 2018- 2023, Urai Rosdiana berharap semoga bidan-bidan di Kalbar mampu sejajar dengan bidan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengatakan bentuk peran bidan atau wujudnya organisasi IBI adalah terus memberikan pelayanan di praktek mandiri bidan.

Sedangkan untuk di pemerintah tidak ada permasalahan.

Jadi bidan yang mempunyai praktek mandiri masih tetap melaksanakan kegiatan rutin yang lainnya, tapi memang ada beberapa praktek mandiri bidan saat ini yang tutup yakni sekitar 4 persen karena adanya Covid-19 yang tersebar di Kota Pontianak dan di Kabupaten.

Alat Transportasi Apa yang Dapat Digunakan untuk Bisa Sampai ke Ambon ? Soal SD Kelas 1 - 3 SD

“Namun saat ini sebagian besar praktek mandiri masih dibuka. Walaupun dibuka kita tetap membatasi jumlah pasien.

Kemudian mengikuti SOP pelayanan kesehatan.

Jadi sebelum masuk ada tempat cuci tangan dahulu dan memakai masker dan menerapkan social distancing,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengunjung sendiri ditengah adanya wabah Covid-19 dirasanya sangat kurang.

Karena memang dibatasai karena kalau tidak ada permasalahan yang serius masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di rumah .

“Kalau mereka nanti ada keluhan seperti melahirkan baru datang ke tempat praktek bidan. Jadi tetap berjalan seperti biasa.

Kemudian pengunjung tidak boleh banyak orang hanya satu orang saja misalnya suami dan keluarga serta anak-anak tidak diperkenankan masuk,” jelasnya.

Terdampak Covid-19, PHRI Ketapang Harap Pemda Segera Realisasikan PMK Tentang Insentif Pajak

Dirinya berpesan untuk Bidan sekarang ini dengan lahirnya undang-undang nomor 4 kebidanan tahun 2019 bahwa bidan harus lebih eksis lagi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan.

Karena nanti pada tahun 2026 bidan dituntut pendidikan nya minimal harus profesi.

Jadi D4 ataupun S1 profesi baru bisa melaksanakan buka praktek mandiri bidan.

“Kalau tidak profesi mereka tidak diberikan izin membuka praktek. Jadi mudah-mudahan di tahun 2026 itu bidan-bidan yang membuka praktek itu sudah profesi semua,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved