Covid-19 Pukul Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Triwulan I

Realisasi APBD pada triwulan I 2020 mengalami penurunan yang signifikan. Belanja pegawai menurun sebesar -25,22 persen

TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala BPS Kalbar Moh Wahyu Yulianto menyampaikan pemaparan pertumbuhan ekonomi Kalbar triwulan I 2020 secara lie streaming. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat triwulan I 2020 turun tajam  di angka 2,49 persen.

Padahal jika melihat data, Kalbar pernah mengalami pertumbuhan ekonomi triwulan I (y-on-y) 6,33 persen pada 2015 lalu.

Inflasi April 0,08%, Kepala BPS RI: Ini Tak Biasa

Sensus.bps.go.id Login - Ini Panduan Cara Mengisi Sensus Penduduk 2020 via Online

Daya Beli Turun, Kalbar Alami Deflasi pada April

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Moh Wahyu Yulianto, menyampaikan angka inimemang terendah dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tetap harus mewaspadai kinerja ekonomi untuk triwulan berikutnya. Karena memang Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kenerja ekonomi,” sampainya dalam live streaming Berita Resmi Statistik, Selasa (5/5/2020).

Dari catatan BPS ada beberapa peristiwa yang mempengaruhi kinerja Triwulan I 2020.

Di antaranya panen raya padi Bulan Januari –Maret 2020 terjadi di sebagian besar kabupaten di wilayah Kalbar (q-to-q) namun tidak setinggi produksi di triwulan sebelumnya.

“Pada triwulan I 2020 produksi pertanian secara keseluruhan meningkat kecuali produksi kayu yang mengalami kontraksi (y-on-y),” paparnya.

Peristiwa lainnya adalah pembatalan pemesanan kamar hotel di Momen Cap Go Meh dan Sembayang Kubur pada Februari-Maret 2020 sebagai dampak Covid-19. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat hunian kamar.

“Penutupan beberapa rute airlines seperti Wings Air yang menutup rute Kuching-Pontianak dan melakukan cancel perjalanan dari dan ke Kalbar akibat adanya Pandemi Covid-19” urainya lebih lanjut.

Menurut Wahyu untuk triwulan I 2020 jumlah penumpang pesawat internasional turun -32,25 persen (y-on-y).

Catatan BPS juga terjadi pemasukan semen yang mengalami kontraksi 15 persen, tiang pancang turun 67%, namun untuk besi meningkat 14 persen.
Halaman
12
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved