Virus Corona Masuk Kalbar
Alasan Bidan Butuh APD Lengkap Saat Menangani Persalinan Agar Tidak Terpapar Covid-19
Menurut Yuli, seorang bidan yang membantu persalinan sangat rentan terpapar corona jika tanpa mengenakan APD lengkap.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sintang, Yuli Sri Ayu menjabarkan pentingnya seorang Bidan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat menangani pasien persalinan di tengah kondisi pandemi corona.
“Sangat berbahaya bagi bidan kalau tidak mengenakan APD lengkap ketika membantu persalinan ibu hamil (Di tengah pandemi corona),” kata Yuli, Selasa (5/5/2020).
Menurut Yuli, seorang bidan yang membantu persalinan sangat rentan terpapar corona jika tanpa mengenakan APD lengkap.
Sebab, ketika membantu proses kelahiran, seorang bidan akan sangat aktif mendampingi pasien.
• Layanan IBI Tutup Karena Kurang APD, Yuli: Kami Juga Merasa Bersalah
“Proses persalinan itu, bidan bukan cuma seperti penunggu yang pasif, tapi dia sangat aktif mendampingi pasien termasuk kontak skin to skin. Kalau misalnya sudah pembukaan akhir bayi belum keluar, bidan reflek langsung merangkul ibu, ngasih dorongan supaya kuat. Kalau udah proses itu, pertahanan diri supaya tidak terpapar itu sudah lupa. Makanya, kalau misalnya dengan APD lengkap, bidan mau merangkul, membantu memegang paha, membantu supaya proses persalinan lebih mudah. Karena ada darah, air ketuban, dan lainnya bisa berpotensi menularkan, kalau pasiennya positif,” bebernya.
Yuli mengungkapkan, tidak mungkin bagi bisa mengetahui pasien yang hendak melahirkan tersebut diketahui positif atau tidaknya sebelum diuji swab.
Sementara yang terjadi selama ini, dibutuhkan waktu berminggu-minggu menunggu hasil swab tenggorokan untuk mengetahui pasien positif atau tidaknya terpapar virus corona.
“OTG dia sangat sehat, tapi berpotensi menularkan. Pada saat kita menerima pasien di klinik, kita tidak punya rapid test, sedangkan swab tunggu lama, ndak mungkin kan orang yang mau melahirkan swab dulu. Kita dalam kondisi yang sebenarnya perlu pengertian, kita tidak menyalahkan siapapun,” jelasnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ucap-terima-kasih-crfgtn.jpg)