Breaking News:

Kadiskes Kalbar Sebut Masyarakat Masih Abai dengan Penerapan Social Distancing

Harisson mengatakan selama masyarakat tidak disiplin dalam melakukan social distancing kasus ini akan bertambah terus.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kadis Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menyayangkan bahwa
masyarakat masih kurang disiplin dalam mengurangi kegiatan di luar rumah .

" Jadi kalau dilihat sekarang masih banyak yang menganggap remeh dan tetap keluar rumah dan melakukan kegiatan diluar rumah yang tidak terlalu penting," ujar Harisson, Senin (4/5/2020).

Hal ini yang menyebabkan atau menjadi faktor adanya peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar. Disamping itu masyarakat juga masih kurang disiplin dalam melakukan social distancing.

Hasil Swab Pertama Tenaga Analis di RSUD Kayong Utara Berstatus PDP Negatif Covid-19

"Saat ini kita sudah ada laboratorium RT PCR di RS Untan ini juga membantu dalam menemukan kasus konfirmasi baru. Selama ini sampel dikirim ke Jakarta jadi agak lama menunggu hasilnya bisa sampai 10 hari. Kalau sekarang sudah hampir setiap hari ada kenaikan karena ada laporan kasus baru dsri laboratorium RS Untan," jelas Harisson.

Disamping itu juga laboratorium di Jakarta kapasitasnya ditingkatkan . Sehingga jumlah spesimen yang di periksa juga bertambah.

"Jadi untuk seluruh Indonesia juga sudah di bagi per regional. Jadi tidak menumpuk hanya di Balitbangkes . Jadi dengan berfungsinya Lab di Rs Untan, dan ada regionalisasai dan peningkataan kapasitas semakin mempercepat kerja untuk mengetahui hasil sampel," ujar Harisson.

Harisson mengatakan selama masyarakat tidak disiplin dalam melakukan social distancing kasus ini akan bertambah terus.

Seorang Wanita Ditusuk 12 Kali di Kamar Hotel hingga Kesaksian Janggal dari Resepsionis

Apalagi sekarang sudah banyak rspid test yang dilakukan Dinkes kota dan kabupaten dan kelihatan sudah banyak yang reaktif.

"Di Kalbar cenderung banyak sekali kasus konfirmasi tanpa gejala. Kalau masyarakat sering keluar rumah tidak displin social distancing akan meningkatkan resiko penularan," pungkas Harisson.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved