Human Interest Story
Mengenal Sosok Anggota Ditresnarkoba Brigpol Yeni, Sedih Remaja Jadi Korban Narkoba
Tak hanya dirinya dan rekan-rekannya dalam memberantas peredaran gelap narkoba, tapi juga melakukan turut serta dalam melakuan kegiatan rutin narkoba.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANACO.ID, PONTIANAK - Sejak bergabung direktorat reserse Narkoba tahun 2013, Yeyen Anggy Destiyanti semakin mengetahui fungsi-fungsi Reserse dalam memberantas peredaran gelap Narkoba.
Tak hanya dirinya dan rekan-rekannya dalam memberantas peredaran gelap narkoba, tapi juga melakukan turut serta dalam melakuan kegiatan rutin lainya.
Kepada Tribun Pontianak, Brigpol Yeni sapaan akrabnya ini mengatakan, pengalaman pertama dirinya sejak setelah masuk sebagai anggota Polri, dan kemudian bergabung di Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, dirinya merasa senang, karena pada dasarnya wanita kelahiran Singkawang ini gemar terhadap hal-hal yang sifatnya kerja lapangan dan yang menantang adrenalin.
Ia juga menceritakan saat pertama kali gabung dan turut serta ikut serta melakukan razia tempat hiburan malam (THM) yang ada di Kota Pontianak.
• Tokopedia Kebocoran Data Sebanyak 15 Juta Pengguna & Kemungkinan Bertambah ! Ini Kata Praktisi Siber
Dan di situ dirinya banyak memahami karakter masyarakat yang terjaring dalam razia THM, terutama oknum masyarakat yang menjadi pengguna narkoba.
"Terutama saya saat melakukan geledah ke mereka wanita, kalau mereka yang bukan pengguna hanya pengunjung pasti akan bersikap biasa saja, dan koorperatif saat dilakukan pemeriksaan, tetapi jika dia itu pengguna pasti banyak alasan ini itu yang untuk coba menghindar,"katanya.
Ia pun menceritakan dirinya selain bertugas sebagai Bintara Administrasi Direktorat reserse Narkoba Polda Kalbar, dirinya juga mengetahui lebih banyak tentang narkotika dan obat-obat berbahaya ini.
"Karena dampak negatif yang sangat berbahaya dari penyalahgunaan narkoba ini bukan hanya kesehatan jasmani, tapi juga bisa membahayakan rohani atau psikologi, "katanya.
Dan ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tidak mencoba-coba penyalahgunaan dan terlibat peredaran gelap narkoba, karena dipastikan tak hanya rugi materi tapi juga kesehatan dan bila tertangkap, akan membuang waktu yang sia-sia.
• Token Listrik Gratis www.pln.co.id - Khusus Kategori Ini Gratis Listrik 6 Bulan Mei-Oktober 2020
"Jangan pernah untuk mencobanya, jika masih menyayangi diri sendiri dan keluarga.
Barang itu (red: Narkoba) bukanlah sebuah obat yang bisa menenangkan kita, tetapi Beribadah dengan yakin dan takwa kepada pencipta itulah yang seharusnya kita syukuri dalam menjalani hidup," tuturnya.
Semenjak ia menjalani hari-hari sebagai staf di Satker Narkoba Polda Kalbar, Yeni semakin yakin bahwa dirinya telah mengemban amanah dan tugas yang besar.
Hal itu setara dengan melihat data-data kasus setiap harinya yang kadang mengiris hati karena penuturan mereka (pelaku narkoba) untuk menghidupi keluarga.
"Yang buat sedih itu kalau anak remaja yang menyia-nyiakan hidupnya, ia seharusnya masih bisa belajar dan kuliah, tapi harus mendekam karena kesalahan yang diperbuatnya, tentu saja itu membutuhkan peran penting orangtua, kenapa anak-anak tersebut bisa lalai, serta peran kita juga yang terus mengingatkan bahwa bahaya narkoba tidaklah main-main," pungkasnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-direktorat-reserse-narkoba-yeyen-anggy-destiyanti.jpg)