Ramadhan 2020

Gus Najib: Empat Hal Menjadikan Ramadhan untuk Mengasah Kepekaan Sosial

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, beiau sangat dermawan jika bulan Ramadhan

Penulis: Jamadin | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Gus Ainun Najib, M.Ag selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darunnasyi'in Kubu Raya sekaligus Dosen Ahli Tafsir IAIN Pontianak. 

TRBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Umat Islam saat ini sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sebagaimana pada Ramadhan kali ini bertepatan dengan ujian dari Allah SWT terhadap umat islam yaitu diberikan ujian dengan adanya wabah virus corona yang melanda keseluruh penjuru dunia.

Pengasuh Pondok Pesantren Darunnasi’in Kubu Raya, sekaligus dosen ahlil tafsir IAIN Pontianak, Gus Ainun Najib, M.Ag mengatakan terdapat empat hal dalam menjadikan Ramadan kali ini untuk mengasah kepekaan sosial.

"Diantanranya, meningkatkan solidaritas, mengaktualisasikan kebersamaan, menumbuhkan rasa cinta antar sesama, dan mempersatukan kepekaan sosial untuk saling peduli antar sesama tanpa memandang perbedaan," jelas Gus Najib, Senin (3/5/2020).

Ramadhan Mengasah Kepekaan Sosial, Ridho: Semua Yang Membutuhkan Wajib Dibantu

Empat hal tersebut dijelaskan Gus Najib ialah sebagai berikut:

Pertama, Ramadan sebagai bentuk untuk meningkatkan rasa solidaritas dan tanggung jawab antar sesama, hal ini dikarenakan Ramadan mengajarkan semua umat islam dalam menahan rasa lapar, serta mengajarkan bagaimana sulitnya bagi orang yang sedang kelaparan.

Sehingga banyak umat islam yang melakukan kegiatan yang sangat dermawan, seperti memberikan bantuan bagi yang kurang mampu, terkhusus warga yang terdampak covid-19 kali ini.

Sebagaiman dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas RA berkata bahwa “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, beiau sangat dermawan jika bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Ramadhan dapat mengaktualisasikan yang memberikan tindakan kebersamaan, sehingga dapat mengahapus perbedaan yang dapat menyekat persaudaraan.

Melalui kebersamaan dalam beribadah, seperti salat tarawih berjamaah yang menyatukan semua elemen masyarakat antara yang lemah dan kuat dalam artian kaya ataupun miskin.

Ketiga, Ramadan dapat menumbuhkan rasa cinta antara sesama melalui silaturahmi. Dengab demikian umat islam diharuskan agar tetap selalu menjaga penyatuan cinta ini.

Keempat, Ramadan juga memberikan arti kebersamaan yang menghadirkan nilai persatuan terhadap kepekaan sosial agar selalu peduli terhadap sesama, tanpa memandang perbedaan, suku, ras dan agama.

Dewan Sintang Apresiasi Kepedulian Pemuda Menyurai Galang Dana Bantu Warga Terdampak Corona

Tidak hanya itu, Gus Najib menuturkan bahwa syariat islam yang didatangkan oleh Allah SWT kepada setiap hambanya pasti mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kehidupan.

Kendati demikian, masih banyak ditemukan umat islam yang masih lalai untuk memanfaatkan ibadah yang telah Allah berikan kepada setiap hambanya. Dan tentu pada bulan Ramadan yang penuh barkah ini merupakan momen yang tepat untuk menjadikan umat islam lebih peka terhadap peningkatan ibadah yang pahalanya dilipatgandakan.

“Meskipun ramadan kali ini tidak seperti ramadan yang lalu, namun tentu tidak mengurangi rasa kesemangatan umat islam dalam menigkatkan ibadah setiap umat islam,” pungkas Gus Ainun Najib mengakhiri.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved