Wabah Virus Corona

PASIEN Covid-19 Sembuh Tak Otomatis Kebal Virus Corona, WHO Beberkan Fakta Ini

WHO mengeluarkan peringatan itu saat pandemi corona mencapai tonggak sejarah baru karena jumlah korban tewas mencapai lebih dari 200.000 orang

Dinkes Kalbar
PASIEN Sembuh Covid-19 Tak Otomatis Kebal Virus Corona, WHO Beberkan Fakta Berikut / Ilustrasi virus corona covid-19 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ada anggapan yang berkembang di publik bahwa orang terkena infeki virus Corona lalu kemudian sembuh, punya kemampuan untuk 'kebal' terhadap virus mematikan ini. 

Namun, anggapan tersebut agaknya mesti ditepis jauh-jauh. 

Tak main-main, peringatan itu bahkan datang dari organisasi kesehatan dunia, World Health Organization alias WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa orang yang telah pulih dari infeksi virus corona, mengembangkan kekebalan terhadap infeksi potensial di masa depan.

Vietnam Buka Lockdown Setelah Tak Ada Kasus Sepekan dan Nol Kematian, Ini Rahasianya Tangani Corona

WHO memberikan peringatan itu ketika sejumlah negara mempertimbangkan untuk mengeluarkan apa yang disebut dengan "paspor imunitas" kepada orang-orang yang telah pulih dari Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus.

WHO menyatakan langkah seperti itu sebenarnya dapat meningkatkan penularan virus corona baru karena orang yang telah pulih dapat mengabaikan saran tentang mengambil tindakan pencegahan standar terhadap virus.

"Beberapa pemerintah telah menyarankan bahwa deteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dapat berfungsi sebagai dasar untuk 'paspor kekebalan' atau 'sertifikat bebas risiko'' yang akan memungkinkan individu untuk bepergian atau kembali bekerja dengan anggapan bahwa mereka terlindungi dari infeksi ulang, " kata WHO.

Fraksi Partai Demokrat Dukung Realokasi Anggaran Rp 295 Miliar untuk Tangani Corona

"Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 dan memiliki antibodi dilindungi dari infeksi kedua," tandas WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip Al Jazeera.

WHO mengeluarkan peringatan itu saat pandemi corona mencapai tonggak sejarah baru karena jumlah korban tewas mencapai lebih dari 200.000 di seluruh dunia.

Amerika Serikat (AS) mencatat jumlah kematian tertinggi karena corona, dengan jumlah mencapai 50.000 orang tewas.

Halaman
123
Editor: Ishak
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved