Ramadan 2020
Wabah Covid-19, Masjid Mujahidin Pontianak Tiadakan Tarawih dan Witir Berjamaah
Berbagai kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan di Masjid Mujahidin Pontianak akhirnya harus ditiadakan
Penulis: David Nurfianto | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan puasa Ramadhan tahun ini menjadi suatu yang berbeda bagi Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat mengingat banyak perubahan yang harus dilakukan akibat wabah Covid-19 yang terjadi di Indonesia.
Berbagai kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan di Masjid Mujahidin Pontianak akhirnya harus ditiadakan dan dialihkan sebagai bentuk dukungan terhadap surat edaran dan peraturan pemerintah terkait upaya pencegahan Covid-19 dan pelaksanaan ibadah selama masa darurat Covid-19 pada Ramadhan 1441 Hijriah 2020.
Pelaksanaan salat tarawih berjamaah dan witir berjamaah, Qiyamul Lail, I'tikaf, pada Ramadhan 1441 Hijriah di lingkungan Masjid Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat untuk sementara ditiadakan.
"Ramadhan tahun ini memang dirasakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya kami (Mujahidin) melaksanakan salat tarawih dengan jamaah. Tetapi untuk tahun ini mungkin tidak akan bisa terlihat mengingat shalat tarawih berjamaah tidak dilaksanakan oleh Mujahidin" ungkap Abdul Hamid sekalu Sekretaris Umum Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat.
• VIDEO: Bupati Sambas Pantau Aktivitas Pasar Jelang Bulan Ramadan
Lebih lanjut Hamid menyatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Mujahidin sudah menyiapkan berbagai agenda seperti buka puasa bersama, sahur bersama dan berbagai kegiatan yang cukup banyak selama bulan Ramadhan.
" Untuk sahur dan buka puasa bersama Biasanya kami bisa menyediakan konsumsi untuk sahur dan berbuka puasa mencapai 6000 kotak. Tetapi tahun ini kami tidak melakukan kegiatan sahur dan buka puasa bersama juga karena mengikuti aturan pemerintah yang telah dikeluarkan" lanjutnya.
Abdul Hamid menyatakan keputusan ini merupakan hal sulit tetapi mengingat situasi tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan sholat tarawih dan berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan, maka Mujahidin terpaksa mengambil langkah tegas.
" Jujur ini keputusan yang sangat sulit, mengingat kegiatan shalat tarawih merupakan sebuah pelaksanaan ibadah yang sangat di tunggu oleh umat Islam ketika Ramadhan" jelasnya.