Pengamat Sebut Penundaan Pilkada Akibat Dampak Covid 19 Pengaruhi Elektabilitas Bakal Calon

Selain itu, peluang petahana untuk kembali menjabat sebagai kepala daerah masih sangat besar.

IST / Elyta
Pengamat Politik Untan Dr. Elyta, M.Si 

Maka secara general, kualitas Pilkada tidak maksimal jika pemilihan tetap dilaksanakan tahun ini mengingat persiapan terhalang oleh kondisi sosial dampak Covid-19.

Dengan dipilihnya opsi pergeseran jadwal Pilkada, maka jadwal kampanye dan sebagainya akan menyesuaikan dan itu diatur oleh KPU.

Selain itu terdapat pula aturan mengenai pengisian jabatan kepala daerah apabila masa jabatan telah habis namun Pilkada belum dapat dilaksanakan yaitu dengan pengisian jabatan oleh Pjs, atau Pj yang utamanya ASN yang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama eselon II.

Jika pandemi terus berlanjut, maka penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan didukung oleh parpol harus menggencarkan sosialisasi dan edukasi politik penanganan dampak Covid terhadap Pilkada.

Sebab penundaan akan berdampak pada penetapan daftar pemilih, padahal daftar pemlih harus ditetapkan dalam periode waktu tertentu.

Nah dengan demikian, kalau pendaftaran calon bergeser ini juga bisa berdampak pada pergeseran kampanye. Larutnya perhatian publik pada pandemi Covid-19 memang dapat melupakan Pilkada sejenak.

Terlebih para kontestan juga dianjurkan untuk tidak mempolitisasi aksi bantuan sosial mereka.

Dalam artian, hal-hal ini merupakan PR besar bagi kita semua untuk tidak lepas fokus dari penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 ini.

Dengan demikian masyarakat umum dapat tetap wawas terhadap hak mereka atas adanya regenerasi pemimpin daerah yang baru.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved