Virus Corona Masuk Kalbar

Terdampak Covid-19, Gapkindo Kalbar Tetap Komitmen Beli Karet Petani

Saya contohkan di Eropa itu lockdown. Otomatis kegiatan ekonomi juga lumpuh. Dampaknya pasti ke permintaan karet kita juga turun

TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Ketua Gapkindo Kalbar, Jusdar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Jusdar, menuturkan dampak dari Covid-19 terhadap karet cukup signifikan yakni terjadi penurunan harga.

Hal ini karena harga di pasar internasional turun. Posisi saat ini harganya 1,10 dolar AS per Kg.

“Awal Januari harganya masih sempat 1,4 dolar AS per Kg. Lalu Februari naik sedikit sekitar 1,5 dolar AS. Sekarang hanya tinggal 1,10 dolar AS. Kemaren sempat turun ke posisi 1,06 dolar AS,” bebernya usai menyerahkan bantuan kepada pekerja non formal yang terkena dampak Covid-19 di Pontianak, Sabtu (18/4/2020).

BMPD Kalbar Bantu Warga Pinggiran Sungai yang Terdampak Covid-19

KISAH Perawat Asal Kalbar di Rumah Sakit Corona Wisma Atlet Jakarta, Pahit dan Getirnya Berbalut APD

UPDATE CORONA KALBAR-Midji Bersyukur Tak Ada Tambahan Positif Covid-19, Tapi Reaktif Melonjak 196

Dia mengakui permintaan karet dari pasar internasional turun karena pandemi yang menyebar di seluruh dunia.

“Saya contohkan di Eropa itu lockdown. Otomatis kegiatan ekonomi juga lumpuh. Dampaknya pasti ke permintaan karet kita juga turun,” ungkapnya.

Namun, Jusdar memastikan belum ada penutupan pabrik karet di Kalbar pasca wabah Covid-19 yang masih melanda. Dia juga menegaskan anggota Gapkindo kalbar komitmen membeli karet dari petani.

"Sejauh ini pabrik karet kita dari anggota Gapki Kalbar tidak ada yang tutup pabrik karet. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau resah dengan isu yang ada. Produksi tetap jalan dan anggota Gapkindo punya komitmen untuk menerima karet produksi petani," ujarnya.

Dia mencatat saat ini pabrikan masih menerima karet produksi petani dan dihargai berkisar Rp 14.000-14.500 untuk yang 100 persen kadar karet keringnya.

Hanya saja yang menjadi catatan Gapkindo, masih banyak petani menjual karet dengan kualitas rendah. Karena bercampur dengan air, kayu, tanah dan lainnya.

Dia mengharapkan petani bisa menjaga kualitas karet sehingga bisa menerima hasil jual yang lebih bagus.

Guna mendongkrak harga karet di tingkat petani, satu di antaranya melalui peremajaan perkebunan karet. Jusdar menjelaskan Gapkindo memiliki program bantuan bibit karet unggul untuk petani.

Personel Polsek Pemangkat Bubarkan Kerumuman Warga Guna Cegah Penyebaran Covid-19

PUJI Gubernur Ridwan Kamil, Pengamat: Tak Ada Pusaran Ingin Membenturkan Dirinya dengan Pusat

Duka Selimuti Kepolisian, Kapolresta Pontianak Pikul Keranda Jenazah Aiptu Mulyandani

Hanya saja yang jadi persoalan, Gapkindo tidak memiliki penyuluh yang bisa membantu petani dalam mengelola.

“Ini yang kita harapkan jika bekerjasama dengan pemda. Jadi pemerintah yang siapkan penyuluh pertanian. Mereka bisa mengajarkan petani kita. Ini kan karet kalau ditanam baru bisa menghasilkan dalam 4-5 tahun. Penyuluh yang bantu petani bisa menanam tanaman sela yang bisa menjadi penghasilan petani selama masa tunggu tersebut,” katanya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved