Breaking News:

Virus Corona Masuk Kalbar

Usai Diseleksi Stikes Yarsi Pontianak, 10 Relawan Covid-19 Siap Bertugas

Pembekalan diberikan ada tiga topik dari tiga narasumber dari PPNI, RS Yarsi Pontianak, dan Satgas Stikes Yarsi Pontianak.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Suasana saat saat pembekalan Kepada 10 Relawan Covid-19 Stikes Yarsi Pontianak, Kamis (16/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Stikes Yarsi Pontianak memberikan pelatihan dan pembekalan untuk 10 relawan yang telah lulus seleksi untuk terjun langsung membantu Pemerintah menanggulangi pademi covid-19 dan akan bertugas di Rumah Sakit Yarsi Pontianak.

Pembekalan diberikan ada tiga topik dari tiga narasumber dari PPNI, RS Yarsi Pontianak, dan Satgas Stikes Yarsi Pontianak.

Adapun materi yang diberikan terkait peran perawat di Garda Terdepan, peram perawat dalam penanggulangan Covid-19, pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak, Drs Suhadi mengatakan sebanyak 10 orang mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKes) YARSI Pontianak tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Relawan Covid 19.

“Kamis pagi relawan telah diserah terimakan dari Ketua STIKes YARSI Pontianak kepada Direktur Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak.

Sebelum mereka ini diturunkan dimedan tugas, diwajibkan mengikuti Pembekalan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI) Pontianak,” ujarnya.

Camat Manis Mata Keluhkan Minimnya APD untuk Relawan Posko Covid-19

Mereka ini adalah Mahasiswa Pilihan karena awalnya yang mengikuti Seleksi cukup ramai, mencapai 25 orang, namun dalam perjalanannya mereka mulai berguguran, dari 25 orang yang mengikuti Seleksi, yang dinyatakan Lulus menjadi Satgas Penanggulangan Bencana, tinggallah 10 orang.

“Mereka mengikuti seleksi mulai dari Seleksi Fisik, Kesehatan sampai test Psykotest dan terakhir Rapid Test,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Bangsa Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi Perang Proxy atau Proxy ward, dimana perang tanpa menggunakan senjata dan tanpa menggerakkan Pasukan, karena musuh yang dihadapi tidak terlihat secara kasat mata, yaitu Wabah Virus Corona.

Dalam menghadapi Peperangan ini yang ada digaris depan adalah para Dokter, Perawat dan Relawan kesehatan. mereka inilah pejuang pejuang kesehatan yang berada digaris depan dan siap menghadapi Musuh Virus Corona.

Tugas Berat yang dihadapi para Relawan ini adalah bagaimana merebut Nyawa dari Genggaman Malaikat Maut agar nyawa tersebut bisa terselamatkan.

Ketua Buruh Migran Sebut Puluhan Ribu Warga Sambas Masih di Malaysia

“Jadi untuk menghadapi itu, diperlukan kesiapan mental dari para Relawan diantaranya tidak Panik dan Galau karena Kepanikan dan Kegalauan merupakan 50 % dari Penyakit, menghadapi Virus ini harus Tenang dan Sabar, Karena Ketenangan dan kesabaran merupakan 50% dari Obat ,” ujarnya.

Lalu yang lebih utama lagi para Relawan harus tetap semangat, Karena Semangat merupakan Proses menuju Kemenangan.

oleh karena itu,mereka dibekali dengan Alat Pelindung Diri yang Standar, mulai dari Pakaiannya, Masker, Kacamata sarung tangan dan sebagainya. Jangan sampai para relawan yang berada digaris depan untuk menyelamatkan PDP malah terpapar Virus Corona. 

Fajar Yousriatin, M.Kes mengatakan Para relawan akan bertugas mulai dari Jumat (17/4/2020) hingga satu bulan kedepan. 

Pembekalan diberikan ada tiga topik dari tiga narasumber dari PPNI, RS Yarsi Pontianak, dan Satgas Stikes Yarsi Pontianak.

Adapun materi yang diberikan terkait peran perawat di Garda Terdepan, peram perawat dalam penanggulangan Covid-19, pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit.

“Harapan kami dengan adanya tim satgas Stikes Yarsi yang telah dibentuk adalah untuk membantu pemerintah menanggulangi bencana atau wabah yang sudah terjadi ,” ujarnya .

Stikes Yarsi Pontianak Buka Pendaftaran Relawan untuk Tanggulangi Pandemi Covid-19 di Kalbar

Para mahasiswa atau alumni yang sudah mendaftar sebagai relawan bencana akan terjun kelapangan selama 1 bulan dan akan diakui sebagai mata kuliah dengan 4 sks.

“Mereka yang turun ke lapangan juga tidak langsung terjun menghadpai pasien covid-19 mereka diletakkan untuk mengganti perawat yang telah dipercaya untuk menangani covid-19 . Namun tidak menutup kemungkinanan mereka harus punya pengetahuan sendiri terhadap penangan pasien covid-19,” ujarnya.

Dari 20 orang yang dites hanya 10 orang yang lolos hasil tes dan nanti akan dibuka peluang untuk periode selanjutnya melihat kebutuhan dari rumah sakit yang ada di Kalbar.

“Kalau mereka yang tidak lulus mau daftar lagi mereka harus ikut tes lagi dan tidak serta merta boleh langsung diturunkan karena ini menyangkut dengan virus yang bisa menyebabkan kematian,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved