Pengamat Ingatkan Pentingnya Kaderisasi dan Regenerasi Dalam Parpol

Jabatan ketua DPD tingkat Kabupaten Kota hingga tiga periode dapat dikatakan sudah mencederai tupoksi dari parpol itu sendiri

IST / Elyta
Satu diantara Pengamat Politik Untan, Dr. Elyta, M.Si (kiri) bersama Pengamat Sosial Untan, Ema Rahmaniah Al Mutahar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara Pengamat Politik Untan, Dr. Elyta, M.Si menilai mestinya ada kaderisasi dan regenerasi dalam sebuah jabatan ketua.

Berikut penuturannya.

Jabatan ketua DPD tingkat Kabupaten Kota hingga tiga periode dapat dikatakan sudah mencederai tupoksi dari parpol itu sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui parpol memiliki fungsi sebagai rekrutmen politik.

Pada dasarnya kekuasaan yang terlalu lama, berpotensi melahirkan oligarki.

Kekuasaan yang dibatasi oleh periode waktu akan mudah dikendalikan oleh konstitusi selaku sistem kontrol.

Tanggapan Pengamat Pendidikan Untan Terkait Sistem PPDB Tahun Ini Melalui Online

Jabatan yang dikontrol tersebut tidak hanya legislatif namun juga unsur Trias Politica lainnya yakni eksekutif dan yudikatif.

Dengan demikian pembatasan periode tersebut tidak termasuk jabatan RT, RW, dan Kepala Desa.

Hal itu pun harus melalui evaluasi agar kaderisasi dan regenerasi tetap berlangsung demi tercaoainyademokrasi yang substansial, bukan sekadar demokrasi prosedural.

Maka, parpol baik ditingkat DPD tingkat Kabupaten Kota, Provinsi hingga Pusat haruslah mematuhi peraturan konstitusi tersebut agar kaderisasi parpol tidak menjadi terhambat oleh tendensi kelompok yang berkepentingan dalam jabatan tersebut.

Namun tentu, semua tergantung dari kesepakatan parpolnya, lihat AD/ART Partainya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved