Wabah Virus Corona

Ekonom Ini Prediksi APBN Mulai Goyah pada April 2020

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatatkan defisit APBN sebesar Rp 76,4 triliun sepanjang Januari-Maret 2020

Tribunnews.com
Ilustrasi Uang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Ekonom dari Institute Kajian Strategis Universitas Kebangsaan, Eric Alexander Sugandi punya prediksi perihal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi pandemi virus corona atau covid-19.

Ia pun memprediksi bahwa daya tahan APBN tidak akan terulang pada bulan Maret 2020.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatatkan defisit APBN sebesar Rp 76,4 triliun sepanjang Januari-Maret 2020.

Angka tersebut setara dengan 0,45% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pencapaian tersebut cukup baik jika dibandingkan dengan realisasi defisit anggaran pada kuartal I-2019 senilai Rp103,1 triliun atau setara 0,65% dari PDB.

Pakar Prediksi Puncak Covid-19 di Indonesia pada Mei, Jokowi Optimistis Berakhir di Akhir Tahun

8 Bank Masuk Kriteria Bank Gagal, jika Terjadi Skenario Terburuk Ekonomi Akibat Wabah Virus Corona

“Mestinya defisit melebar di kuartal II-2020  karena pemerintah akan belanja banyak untuk mengatasi Covid-19 dan memitigasi dampak ekonominya,” kata Eric kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2020).

Adapun total tambahan belanja negara dalam rangka penanggulangan Covid-19 dialokasikan sebanyak Rp 255,1 triliun.

Uang tersebut untuk anggaran kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan industri.

Sementara itu, kata Eric penerimaan negara menginjak bulan April ini tentu akan berat karena harga minyak yang rendah.

Di pasar spot harga minyak jenis brent, hari ini masih bertengger di level US$ 28 per barel.

DPR Soroti 4 Bank Berstatus Bank Dalam Pengawasan Intensif, Ada Apa

KETAR-KETIR, Sejumlah Taipan Lepas Saham di Bank Kecil

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved