Virus Corona Masuk Kalbar

Ini Prediksi Tim Pengkajian Ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak Puncak dan Penghabisan Covid-19

menurut Malik apabila upaya pencegahan terus selalu dillakukan dan selalu ditingkatkan, lanjutnya, besar kemungkinan covid-19 akan lebih cepat selesai

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ MUHAMMAD ROKIB
Ketua Tim Pengkajian ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Sepudin, SKM, M. Kes saat di wawancara wartawan Tribun di Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kalbar, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Tim Pengkajian ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Sepudin, SKM, M. Kes mengatakan dari berbagai penemuan dan kegiatan yang telah diagendakan pihaknya telah membuat kuesioner (survei) terkait sebaran virus corona (covid-19).

Menurutnya dampak yang dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Barat terhadap virus corona sejak Maret 2020, hingga wabah virus corona ini pun telah diprediksikan oleh tim pengkajian ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak bahwa puncak covid-19 tersebut pada akhir Mei 2020.

Dalam artian puncak merupakan kondisi tertinggi kasus covid-19.

Hal itu dikatakannya melalui kajian tematik pun tim Kajian Poltekkes Kemenkes Pontianak juga memprediksi batas akhir penghabisan wabah covid-19 pada akhir Desember 2020 mendatang.

Kendati demikian, menurut Malik apabila upaya pencegahan terus selalu dillakukan dan selalu ditingkatkan, lanjutnya, besar kemungkinan covid-19 akan lebih cepat selesai.

"Kalau pemerintah daerah terus mempertegas upaya pencegahan covid-19 dan masyarakat mau mengikuti dan kalau masyarakat terus meningkatkan pola hidup sehat dan hidup bersih, seperti rajin mencuci tangan, social distancing, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer. Kemungkinan besar wabah ini cepat selesai," bebernya.

"Bahkan bulan oktober kasus ini bisa menurun," tambahnya.

Dengan demikian pihaknya pun telah membuat skenario dalam pencegahan covid-19 terutama pada wilayah yang terdampak covid-19 terkhusus di Kalimantan Barat.

Mencegah Corona, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Imbau Menggunakan Masker dan Jaga Jarak

Ada beberapa intervensi yang telah dibuatnya yang dinilainya akan sangat berpengaruh terhadap pencegahan covid-19.

"Intervensi terhadap efek pencegahan covid-19 yang penggunaan masker efek pencegahannya sebesar 20%, mencuci tangan 30%, menjaga jarak 20%, social distancing 20%, pemantauan ODP 10%, total keseluruhan 100%," ujarnya.

Dengan demikian apabila hal itu dilakukan, lanjut Malik, akan memberikan dampak penurunan terhadap kasus covid-19.

Sebagaimana dijelaskannya bahwa "efek penurunan pada kasus covid-19 terhadap pemakaian masker sebanyak 18%, mencuci tangan 27%, menjaga jarak 18%, social distancing18%, pemantauan ODP 9%, hingga total penurunan bisa mencapai 90%," jelasnya.

Dikatakannya, bahwa tim kajian Ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak tersebut ditetapkan oleh Direktur Poltekkes Pontianak anggotanya yang meliputi dari sebagian besar Dosen berpendidikan doktor dan Magister epideniologi penyakit menular pada jurusan Kesehatan lingkungan, keprawatan, Gizi, perwatan Gigi dan kebidanan, serta Analisis kesehatan.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved