Wabah Virus Corona

CEK FAKTA - Dokumen Analisa Kondisi Perbankan Dampak Covid-19 Beredar ke Publik, Ini Penjelasan OJK

Dalam keterangan resminya, Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo telah mengonfirmasi perihal informasi tersebut

Thinkstockphotos.com
Ilustrasi bank. CEK FAKTA - Dokumen Analisa Kondisi Perbankan Dampak Covid-19 Beredar ke Publik, Ini Penjelasan OJK. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA -  Pastikan anda memeriksa atau mengecek fkebenaran atau fakta ketika mendapatkan pesan atau dokumen yang beredar perihal analisis kondisi perbankan akibat dampak virus corona atau covid-19.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberikan penjelasan seperti dilansir Kontan.co.id perihal dokumen yang beredar ke publik tersebut.

Dalam keterangan resminya, Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo telah mengonfirmasi perihal informasi tersebut, pada Kamis (16/4/2020).

DPR Soroti 4 Bank Berstatus Bank Dalam Pengawasan Intensif, Ada Apa

8 Bank Masuk Kriteria Bank Gagal, jika Terjadi Skenario Terburuk Ekonomi Akibat Wabah Virus Corona

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait yang isinya menggambarkan kondisi perbankan nasional dengan berbagai skenario merupakan hoaks atau tidak benar.

Analisis kondisi perbankan tersebut seolah-olah dikeluarkan oleh Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis.

"OJK menyampaikan bahwa dokumen dan informasi yang beredar tersebut adalah hoaks dan tidak benar," ujar Anto Prabowo dalam keterangan resmi.

Sebagaimana diketahui sejak 13 Maret 2020, OJK telah menerapkan kebijakan pemberian stimulus bagi perekonomian dengan diterbitkannya POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Melalui kebijakan restrukturisasi ini, kata Anto, perbankan memiliki ruang mengendalikan potensi kredit bermasalah sebagai langkah countercyclical dampak penyebaran virus corona untuk menopang sektor riil dan kinerja perbankan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Hal tersebut juga ditopang dengan kebijakan OJK mengenai penerapan PSAK 71 yang menggolongkan debitur yang mendapatkan restrukturisasi dalam stage-1 dan tidak diperlukan tambahan CKPN.

PROMO dari Bank BNI Kado Spesial HUT BUMN | Diskon bagi yang di Rumah Aja mulai Shopee hingga JD.ID

Selain itu, OJK dalam penerapan PSAK 68, menunda pelaksanaan harga pasar (mark to market) selama enam bulan dan menggunakan kuotasi per 31 Maret 2020 untuk penilaian surat-surat berharga yang dimiliki oleh bank.

Dari berbagai kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan oleh OJK tersebut, Nato kembali menegaskan bahwa dokumen yang berisikan analisis yang beredar di masyarakat merupakan hoax dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Beredar dokumen analisis kondisi perbankan akibat Covid-19, OJK angkat bicara

Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved