Wabah Virus Corona
Trump Tarik Dana AS untuk WHO di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Badan Kesehatan Dunia?
"Atau WHO melihat bahwa ada negara-negara lain mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika Serikat," lanjutnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuktikan ancamannya untuk menarik bantuan pendanaan AS untuk Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Trump telah memerintahkan untuk membantu menyuplai pendanaan bagi WHO.
Sebelumnya, WHO telah memberikan respons terhadap ancaman Trump tersebut.
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya mengatakan bahwa mempolitisasi virus corona hanya akan menghasilkan lebih banyak korban.
Dikutip Kontan.co.id dilansir dari Fox News, para ahli mempertimbangkan kemungkinan AS bila menarik dana mayoritasnya.
Begitupun dampak yang akan terjadi jika itu terjadi terhadap WHO.
• Lawan Titah Trump Soal Covid-19, Gubernur New York: Saya Tidak akan Melakukannya
"Dalam jangka pendek, tidak banyak yang akan berubah karena manajemen WHO melihat ada potensi perubahan kepemimpinan di Amerika seiring dengan pemilu," kata seorang ahli kesehatan masyarakat dan pasar negara berkembang, Dr Roger Bate.
"Atau WHO melihat bahwa ada negara-negara lain mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika Serikat," lanjutnya.
Dia bilang anggaran yang dimiliki WHO bisa bertahan untuk beberapa bulan, jadi mereka tidak akan merasakan masalah untuk sementara waktu.
Di sisi lain, banyak ahli yang juga berpendapat bahwa sekarang bukan waktu yang tepat bagi Amerika Serikat untuk menarik jutaan dolar yang biasanya diberikan ke WHO.
AS telah menjadi penyandang dana terbesar WHO sejak didirikan pada tahun 1948.
Dan, saat ini memberikan hampir 10 kali lipat dari China, baik dalam kontribusi yang dinilai maupun sukarela dan yang totalnya lebih dari US$ 500 juta per tahun dibandingkan dengan US$ 48 juta yang diberikan Beijing.
Peneliti senior dalam urusan regulasi internasional di Heritage Foundation, Brett Schaefer juga menggarisbawahi bahwa kontribusi AS mencapai 15,9% dari dana WHO.
Makanya, penarikan dana pun tak serta-merta akan membuat WHO langsung kelabakan.
"Pendanaan ini tidak akan terpengaruh karena keputusan untuk menarik pendanaan hanya akan berlaku di masa depan," kata Schaefer.