Khazanah Islam
Cara Mandi Wajib yang Benar untuk Wanita & Pria: Mandi Junub Usai Berhubungan Badan, Haid dan Nifas
Mandi wajib atau mandi junub dikenal juga dengan mandi besar. bagaimana cara mandi besar/ berikut cara lengkapnya
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mandi wajib atau mandi junub adalah mandi yang wajib dilakukan setelah seseorang berhubungan intim, keluar mani, melahirkan, haid dan nifas.
Buya Yahya dalam satu kesempatan menyampaikan, tak ada perbedaan tata cara mandi wajib antara laki-laki dan perempuan.
Menurutnya, untuk mandi wajib (mandi besar), diperlukan dua hal.
Yang pertama adalah niat dan yang kedua meratakan air ke sekujur tubuh.
"Niatnya boleh ndak pakai bahasa Arab. Pakai bahasa Arab boleh kalau bisa. Tapi (boleh juga) aku niat mandi besar," kata Buya Yahya.
• Doa Menjelang Bulan Ramadhan dan Doa di Awal Bulan Puasa Ramadan
Ustadz Adi Hidayat dalam satu ceramahnya menyampaikan tata cara mandi junub sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.
Menurut UAH, mandi itu disebut mandi janabah karena ingin memberi kesan bahwa mandi itu semua sisi, semua bagian yang ada di bagian tubuh kita mesti tersapu dengan air.
"Jadi bukan seperti mandi biasa, yang mungkin sebagian ada yang tidak terbasuh. Disebut dengan janabah, semua sisinya mesti terbasuh," kata UAH.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, mengenai mandi janabah atau mandi junub ini haditsnya bersumber dari Aisyah dan Maimunah, yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW.
Hadits yang diriwayatkan Aisyah termaktub dalam Kitab Sahih Bukhari nomor hadits 248.
Sementara hadits yang diriwayatkan Maimunah terdapat dalam Sahih Muslim nomor hadits 316.
Jika berdasarkan hadits dari A'isyah, Rasul SAW ketika mandi janabah melakukan hal berikut:
1. Menuangkan air untuk membasuh kedua tangan.
2. Berwudhu seperti untuk Solat.
3. Dari bejana (gayung) yang disiapkan, ambil air kemudian menyela-nyela rambut.