Tanggapan Pengamat Pendidikan Untan Terkait Sistem PPDB Tahun Ini Melalui Online

Ia mengatakan untuk pelaksanaan Pendafataran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan cara online tidak sulit dilakukan

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Akademisi Kalimantan Barat, Dr.Aswandi saat menjadi narasumber dalam acara pembukaan Diseminasi Wakil Kepala Daerah Kabupaten/kota se Kalimantan Barat di hotel Aston Pontianak, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Dr Aswandi menanggapi terkait pelaksanaan PPDB tahun ini di Kalbar menggunakan sistem online dampak dari adanya pandemi virus Covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan untuk pelaksanaan Pendafataran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan cara online tidak sulit dilakukan dan tidak menjadi sebuah masalah.

Karena aturan sudah jelas untuk sistem dan kuotanya .

“Saya kira hal ini disampaikan saja pada masyarakat terkait informasi ini bahwa sistem PPDB tahun ini dilakukan secara online. Masyarakat saya rasa saat adanya covid-19 sangat aktif mengakses internet paling . Jadi bisa dikampanyekan melalui media sosial ,” ujarnya, Senin (13/4/2020).

Ia mengatakan walaupun PPDB dilaksanakan dengan sistem online tapi tetap menggunakan sistem zonasi dengan kuota yang sudah ditentukan.

Kepsek SMAN 3 Pontianak Dukung Sistem PPDB Online Diterapkan di Kalbar

“Kalau sistem zonasi untuk pengukuran jarak mudah melalukannya dengan google map dan itu sangat mudah sekali ,” ujarnya.

Ia mengatakan tahun ini untuk kuota anak berprestasi akan mendapatkan kuota 30 persen.

Sedangkan tahun lalu hanya 15 persen. Hal ini lah yang akan menjadi masalahsebab dari anak yang berprestasi tersebut apa yang menjadi tolak ukur bahwa siswa tersebut merupakan anak berprestasi.

Menurut ketentuan yg berlaku, SE kemendikbud No. 4/tahun 2020, 24 Maret 2020 menegaskan bahwa "PPDB jalur prestasi 30% berdasarkan akumulasi nilai rapor lima semester terakhir, prestasi akademik dan non akademik di luar rapot sekolah.

Dua dasar tersebut dalam implementasinya sangat rawan manipulasi. Oleh karena itu dua hal tersebut harus jelas dan terukur (objektif), transparan dan akuntabel.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved