Virus Corona Masuk Kalbar

Diskes Pontianak akan Lakukan Rapid Test Covid-19 Secara Random di Sejumlah Titik

Menurutnya salah satu hipotesanya adalah mereka tertular dari orang-orang yang tidak ada gejala tapi mengandung virus.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Maudy Asri Gita Utami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Sidiq Handanu menjelaskan bahwa proses rapid test covid-19 terhadap warga yang berada di beberapa tempat secara random.

Pada Senin (13/4/2020) kemarin malam juga telah dilakukan rapid test di kawasan Pasar Kemuning, Kota Baru.

Menurutnya langkah tersebut dilakukan sebagai upaya survei cepat terhadap beberapa dugaan ilmiah terhadap penyebaran covid-19 yang terjadi di beberapa negara.

"Mengapa terjadi yang sakit orang-orang tua, padahal mereka tidak melakukan aktivitas kemana-mana, yang sakit di RS usianya dan yang meninggal rata-rata berusia di atas 60 tahun," ujarnya, Selasa (14/4/2020). 

Pemkot Pontianak Persiapkan Rapid Massal, Rapid Test Edi Kamtono dan Bahasan Non Reaktif Covid-19

Menurutnya salah satu hipotesanya adalah mereka tertular dari orang-orang yang tidak ada gejala tapi mengandung virus.

"Kami akan mencoba tes di beberapa tempat, dimana anak-anak muda itu nongkrong dengan bekerjasama dengan personel satuan pengamanan," ujarnya.

Pada rapid test secara random kemarin baru ada 30 orang yang dilakukan rapid test.

Secara bertahap Dinas Kesehatan akan menyisir ke beberapa wilayah lainnya seperti di kawasan Pontianak Selatan, Timur dan utamanya lokasi yang sering dijadikan tempat nongkrong para anak muda.

"Fakta lain kita temukan bahwa Mereka yang nongkrong bukan orang Pontianak justru dari luar kota. Itu fakta yang harus ditertibkan anak-anak kost dari luar," ujarnya.

Lebih lanjut, Handanu juga menargetkan jelang melakukan rapid massal pihaknya akan mengumpulkan 200 sample.

Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan rapid test massal tersebut bukan berarti seluruh warga kota Pontianak yang akan dirapid.

"Tentu bukan semua penduduk kota. Ini nanti dalam rangka untuk mengambil kebijakan apa langkah-langkah yang akan dilakukan," ujarnya. 

Minggu Depan Uji Swab Corona Bisa di Pontianak

Selama ini uji laboratorium sampel cairan nasofaring, Pasien Dalam Pengawasan maupun Orang Tanpa Gejala Covid-19 terpusat pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes.

Sehingga menurut Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk mengetahui hasilnya dibutuhkan waktu 10-15 hari kemudian bagi pasien di Kalbar.

Mulai minggu depan, Midji menegaskan pengujian sampel cairan dari guna memastikan pasien apakah terjangkit corona atau Covid-19 bisa dilakukan di Kalbar.

"Pemeriksaan swab minggu depan sudah bisa kita mulai di Pontianak,"ucap Midji saat diwawancarai, Selasa (14/4/2020).

Kepastian bisa melakukan tes swab di Pontianak setelah adanya izin dari Kementerian Kesehatan.

Salin itu, Polymerase Chain Reaction (PCR) serta laboratoriumnya disebut Sutarmidji sudah siap.

"Kita tinggal menunggu reagent kits nya datang. Kalau datang maka langsung bisa melakukan tes swab di Pontianak," ucap jelas Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Sutarmidji menambahkan pihaknya mencoba mendatangkan reagent kits melalui Kemenkes, BNPB dan distributor swasta lainnya.

Ia berharap bisa dilakukannya uji swab di Pontianak maka penanganan corona di Kalbar akan semakin cepat.

Pasalnya, hasil bisa langsung diketahui tanpa harus menunggu belasan hari, seperti saat ini.

"Semoga bisa segera dilakukan, agar kita bisa cepat menangani yang terjangkit virus dan melakukan tracing serta mengisolasi yang bersentuhan," tegasnya.

Sehingga yang mempunyai riwayat bersentuhan atau yang bersangkutan yang telah dinyatakan positif tidak menularkan pada yang lainnya lagi.

Kalbar menurut Midji mempunyai dua PCR, satu milik Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dan satunya milik Balai POM.

Lab RS Untan mempunyai kapasitas 100 orang perhari. Sedangkan milik Balai POM dikatakannya berkapasitas lebih dari Lab RS Untan.

"Sebetulnya PCR Balai POM lebih besar kapasitasnya, tapi kalau tak banyak yang harus diperiksa swab nya cukup PCR Untan,"tambah Midji.

Kemudian ia mengajak warga yang telah lanjut usia, khususnya 60 tahun keatas untuk mengikuti rapid test.

Dengan diketahui hasil rapid test, maka penanganan semakin mudah.

Pasa Senin (13/4) kemarin, Midji menuturka terdapat 17 Lansia yang datang untuk mengikuti rapid test.

Padahal kuota perharinya 30 orang dan yang telah mendaftar tercatat 286 orang.

"Mulai Senin sudah ada yang usia rentan sekitar 17 orang datang memeriksakan diri mereka. Kita akan layani setiap hari untuk rapid test," tegasnya.

Jika usia rentan 60 tahun keatas tidak ada lagi peminatnya untuk melakukan rapid test. Midji menegaskan akan melakukannya pada sample usia rentan lainnya atau dibawah 60 tahun. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved