Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Imbau Hadapi Bersama Covid-19

Uskup Agus juga mengatakan bahwa ancaman ini harus dihadapi bersama-sama baik sebagai warga RI maupun sebagai warga dunia.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus,saat mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Hironimus, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Jumat (19/4/2019) pukul 15.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Citizen Reporter
Laporan: Samuel | Staf Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak

PONTIANAK - Di tengah maraknya pandemi Virus Corona di masyarakat yang terjadi secara meluas. Ini tentunya akan menimbulkan berbagai gejolak dalam masyarakat, baik sektor ekonomi, sosial, transportasi maupun pendidikan. Fenomena ini tidak hanya menggemparkan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat saja, namun sudah mendunia.

Sedari akhir tahun 2019 wabah yang menyerang Wuhan, siapa sangka dampaknya sampai pada pademi dunia. Ditambah lagi, sekarang, khususnya dalam Agama Katolik akan merayakan Paskah. Pastinya, ribuan umat merinduka menghadiri misa untuk merayakan Paskah tahun 2020 ini.

Namun apa boleh buat, kondisi yang tidak disangka-sangka, Virus Covid-19 ini membuat gereja harus mengambil kebijakan, baik kerjasama dengan pihak pemerintahan, TNI dan Polri maupun melakukan penggalangan Dana untuk mereka yang tidak bekerja akibat Virus Covid-19.

Dalam fenomena ini, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus mengimbau masyarakat terkait Virus Covid-19. Konfrensi Pers dihadiri sejumlah media, dan konfrensi ini dilakukan pada halaman di Keuskupan Agung Pontianak, Rabu, 8 April 2020.

Dalam kesempatan itu juga, Mgr Agustinus Agus, mengucapkan selamat Paskah 2020 seraya mengimbau masyarkat untuk waspada, namun jangan panik.

Dalam kesempatan itu Mgr Agustinus Agus mengatakan bahwa Hari Raya Paskah tahun 2020 ini, semua umat Katolik rayakan di tengah-tengah Bangsa dan Rakyat Indonesia dalam keadaan darurat Virus Corona yang pandemi.

"Pandemi berasal dari dua kata Yunani “Pan” yang artinya “Menyeluruh/Menyatu” dan “Demo” yang artinya “Rakyat” atau “Masyarakat." Itu berarti bahwa badai Virus Corona ini sudah mengancam seluruh masyarakat, seluruh umat manusia tanpa batas asal usul, ruang maupun waktu," katanya, Rabu (8/4/2020)

Uskup Agus juga mengatakan bahwa ancaman ini harus dihadapi bersama-sama baik sebagai warga RI maupun sebagai warga dunia. Serangan wabah ini hanya bisa kita hentikan dalam persatuan dan kebersamaan.

"Ini waktunya kita bersatu, bergandengan tangan tanpa memperhatikan asal usul untuk peduli terhadap masa depan, hidup mati saudara-saudara kita, entah itu keluarga, keluarga dekat, tetangga maupun siapa saja yang kita jumpa.

Halaman
12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved