Virus Corona Masuk Kalbar

Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19, Kejari dan IAD Ketapang Salurkan Ratusan Paket Sembako

Kegiatan ini merupakan bantuan kemanusian yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak persoalan Covid-19.

TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang bersama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ketapang menyalurkan ratusan paket bantuan berisi sembako serta makanan untuk masyarakat serta tenaga medis, Rabu (08/04/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang bersama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ketapang menyalurkan ratusan paket bantuan berisi sembako serta makanan untuk masyarakat serta tenaga medis.

Kegiatan ini merupakan bantuan kemanusian yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak persoalan Covid-19.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Dharmabella Tymbasz melalui Kasi Intel Kejari Ketapang, Agus Supriyanto mengatakan kegiatan pembagian sembako ini bertujuan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang tentunya terkena dampak dari persoalan Covid-19 ini.

Bulog Pastikan 250 Ton Pasokan Gula Pasir Segera Tiba di Kalbar

“Penyaluran bantuan kita laksanakan hari ini tujuannya sebagai upaya kita bersama melawan Covid-19 dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok harian,” kata Agus, Rabu (08/04/2020).

Agus menjelaskan bantuan yang disalurkan diantaranya beras, minyak goreng, susu, mie instan, teh, gula dan kebutuhan pokok lainnya yang diprioritaskan kepada masyarakat yang berada dan bekerja harian di jalanan yang memang terpaksa tidak bisa bekerja karena harus di rumah

“Selain itu kita juga menyerahkan bantuan ke Posko Covid-19 dan RSUD Agoesdjam untuk para medis seperti kebutuhan makanan dan minuman serta menyerahkan bantuan ke beberapa pondok pesantren,” lanjutnya.

Selain itu Agus berharap kedepan semakin banyak pihak yang turut membantu masyarakat ditengah persoalan Covid-19, lantaran persoalan menurutnya tidak hanya mengancam kesehatan tetapi juga tentu berdampak pada mata pencaharian yang cenderung pasif sehingga membuat masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat mempelopori kegiatan-kegiatan kemanusian lainnya untuk saling membantu atas dasar kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved