VIRUS Corona Masuk Pontianak

Terjadi Wabah Virus Corona, Omzet Pedagang Pentol Kuah di Pontianak Ini Malah Naik

Berberapa pengusaha merasakan penurunan pendapatan sejak virus Corona menyebar..............

Tribunpontianak.co.id/Rizki Kurnia
Adit (33) seorang penjual pentol kuah di Jl Tanjung Raya II, Pontianak, Kalimantan Barat saat melayani pelanggan yang sedang membeli pentol kuah di warungnya. Minggu (05/04/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wabah virus Corona (Covid-19) yang sampai saat ini masih terus jadi perbincangan tidak hanya menjadi permasalahan kesehatan, namun juga ekonomi.

Berberapa pengusaha merasakan penurunan pendapatan sejak virus Corona menyebar hingga di Pontianak, namun ada juga yang mengungkapkan sebaliknya.

Adit (33) seorang penjual pentol kuah di Jl Tanjung Raya II, Pontianak, Kalimantan Barat, yang sudah lebih dari 8 tahun berjualan, mengungkapkan terjadi peningkatan pembelian saat wabah Corona sampai di Pontianak. Ia menerangkan peningkatan pembelia sekitar 20%.

"Iya jualan pentol kuah udah delapan tahun. Memang sejak corona sampai di Pontianak, memang pendapatan saya naik, sekitar 20% lah dari biasanya," ungkap Adit kepada wartawan TribunPontianak, Minggu (05/04/2020).

Yuk Cobain Pentol Kuah Chelsea Di Komplek Kampung Wisata Sentana

"Kalau pendapatan kotor kan biasanya sekitar 1,2 juta lah sehari kan, tapi sekarang rata-rata sampai 1,5 juta sehari. Tapi ini pendapatan kotor ya, kalau bersihnya sekitar 300 ribuan lah sehari," lanjut Adit.

"Cuma kan biarpun pendapatan naik, harga bahan pokok kan juga ada yang naik," lanjut Adit.

Namun sayangnya, keuntungan yang dialami Adit, tidak dirasakan oleh Nita. Seorang penjual gado-gado di Jl Husein Hamzah Pontianak, Kalimantan Barat, menerangkan dirinya mengalami penurunan pendapatan hingga 80%.

"Sepi sekarang ni, biasanya ramai yang beli, tapi ini sehari cuma empat lima orang jak. Ada lah 80% pendapatan saya tu turun," ungkap Nita kepada wartawan Tribun.

Menurut Nita, penurunan pendapatan tersebut sejak kampus dan sekolah diliburkan.

"Yang biasa beli kan anak-anak kuliahan, kadang juga anak-anak sekolah. Anak kuliah kan libur, jadi sepi lah yang beli, mereka kan banyak yang pulang kampung," ungkap Nita.

Halaman
12
Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved